WHAT'S NEW?
Loading...

Mahkota 'Malu' Wanita




Jurnal 04-02-2018

What world am I living now?

Malam kali ini begitu berbeda dari malam-malam sebelumnya. Biasanya,  malamku hanya ada sepi yang mendendang syahdu. Namun,  kali ini berbeda. Terdengar bising dari segala penjuru. Kebisingan dengan nada-nada tak jelas.  Di sudut tatapanku, begitu banyak kerumunan orang yang lalu lalang,  asyik melakukan kegiatan masing-masing. Sementara aku, lagi-lagi merasa kesunyian di tengah keramaian. Seperti biasa, rutinitasku di tengah keramaian hanyalah memperhatikan orang-orang. Memperhatikan mimik wajah,  tingkah laku dan segala sesuatu yang dapat aku amati tanpa merasa teramati. Dari kegiatan mengamati, aku mulai menafsirkan banyak hal. Misalnya saja, menafsirkan tabiat asli orang-orang itu dari tampilan fisik dan cahaya mata mereka. Entah benar atau salah. Kegiatan yang muaranya hanya menambah kebiasaanku su'uzan kepada orang lain. Memangnya siapa aku, beraninya menafsirkan sifat asli seseorang hanya dengan sekali tatap. Tapi begitulah adanya, layaknya kereta api yang terus melaju menuju tujuannya tanpa memperhatikan riak sekitar. Kebiasaanku itu berjalan begitu saja.

Oke biar kujelaskan lebih detail dulu mengenai keadaan sekitarku saat ini. Aku sedang berada di tengah pesta perkawinan. Suara bising yang kusebutkan sebelumnya bersumber dari teriakan peserta pesta,  biduan dan alat musiknya. Di sini tidak ada walimah yang sebagaimana dicontohkan nabi. Ikhtilaf antara laki-laki dan perempuan tidak terhindarkan. Hal ini di dorong oleh tradisi keluarga yang memang agak jauh dari tuntunan islam. Ada satu hal yang membuat hatiku sangat miris. Di luar gelandang pesta,  tepatnya di panggung biduan, sedang didendangkan lagu yang tidak jelas liriknya,  musiknya seperti dangdut bertabuh dengan aliran rock.

Sebenarnya bukan itu yang membuatku merasa sangat miris, melainkan biduanita yang sedang mendendangkannya. Di atas panggung mereka melakukan perbuatan yang sama sekali keluar dari tuntunan islam. Seorang wanita dilengkapi dengan sebuah mahkota yang disebut malu. Tapi dari pengamatanku, mereka tak mengenakan mahkota itu. Sangat miris ketika mereka mengenakan pakaian ketat dengan kain yang belum lengkap jahitannya, ditambah dengan gerakan erotis mereka yang kemudian menjadi komsumsi ratusan pasang mata,  laki laki dan perempuan. Tak perlu kugambarkan detailnya seperti apa,  cukup tahu saja bahwa mereka telah meletakkan mahkota malu mereka untuk alasan yang tidak kuketahui. Aku tidak tahu  jelas mereka melakukannya dengan alasan apa,  entah terpaksa atau suka rela.  Aku hanya merasa miris dengan jalan yang mereka pilih untuk mengahadapi kehidupan ini.

Parahnya, hal ini seakan adalah sesuatu yang sangat lazim dilakukan. Ketika banyak orang menjadikannya sebagai pusat tontonan dengan santai, tanpa merasa itu adalah sesuatu yang tak pantas. Mereka bahkan tertawa dan merasa terhibur. Mereka meletakkan para biduanita itu sebagai objek pemuas dan hal itulah yang mengundang kekesalanku. Semua itu seakan sesuatu yang normal. Sementara orang-orang yang tidak menyukainya justru dianggap tidak normal.

Di dunia seperti apa aku hidup saat ini? Dunia yang tatanan kenormalannya adalah berdasarkan pendapat mayoritas,  meskipun itu adalah sesuatu yang salah. Batas antara kebenaran dan ketidak normalan menjadi sesuatu yang tabuh.

Aku tak lantas menyalahkan mereka,  karena sudah jelas tabiat mereka terbentuk dari kumpulan kumpulan masa lalu yang bisa jadi tak mereka kehendaki. Tapi, bukankah kita punya pilihan? aku tak menuntut pula bahwa mereka harus menjadi baik, karena memang dunia ini diisi dengan keragaman. Tapi sebagai mahluk yang dilengkapi akal, aku rasa aku bisa menyuarakannya lewat tulisan dan saling mengingatkan satu sama lain. Semoga saja ini bekerja.

Mahkota 'Malu' Wanita - Terjual atau dijual?

Apa sih malu itu? Imam Nawawi dalam Riyadush Shalihin menulis bahwa para ulama pernah berkata "Hakikat dari malu adalah ahlak yang muncul dari diri untuk meninggalkan keburukan, mencegah diri dari kelalaian dan penyimpangan terhadap orang lain."
Ada tiga jenis sifat malu, yaitu:
Pertama, malu yang bersifat fitrah. Misalnya, malu yang dialami saat melihat gambar seronok, atau wajah yang memerah karena malu mendengar ucapan jorok. Kedua, malu yang bersumber dari iman. Misalnya, seorang muslim menghindari berbuat maksiat karena malu atas muraqabatullah (pantauan Allah). Ketiga, malu yang muncul dari dalam jiwa. Misalnya, perasaan yang menganggap tidak malu seperti telanjang di hadapan orang banyak.
Bahkan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menjadikan sifat malu sebagai bagian dari cabang iman. Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Iman memiliki 70 atau 60 cabang. Paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan. Dan sifat malu adalah cabang dari keimanan.” (HR. Muslim dalam Kitab Iman, hadits nomor 51)
Tentang kesejajaran sifat malu dan iman dipertegas lagi oleh Rasulullah saw., “Malu dan iman keduanya sejajar bersama. Ketika salah satu dari keduanya diangkat, maka yang lain pun terangkat.” (HR. Hakim dari Ibnu Umar. Menurut Hakim, hadits ini shahih dengan dua syarat-syarat Bukhari dan Muslim dalam Syu’ban Iman. As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shagir menilai hadits ini lemah.)
Seseorang yang kehilangan sifat malunya yang tersisa dalam dirinya hanyalah keburukan. Buruk dalam ucapan, buruk dalam perangai. Tidak bisa kita bayangkan jika dari mulut seorang muslimah meluncur kata-kata kotor lagi kasar. Bertingkah dengan penampilan seronok dan bermuka tebal. Sabda Rasulullah, “Malu adalah bagian dari iman” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1932)
Karena itu, menjadi penting bagi kita untuk menghiasi diri dengan sifat malu. Dari mana sebenarnya energi sifat malu bisa kita miliki? Sumber sifat malu adalah dari pengetahuan kita tentang keagungan Allah. Sifat malu akan muncul dalam diri kita jika kita menghayati betul bahwa Allah itu Maha Mengetahui, Allah itu Maha Melihat. Tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari Penglihatan Allah. Segala lintasan pikiran, niat yang terbersit dalam hati kita, semua diketahui oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Malu adalah mahkota tertinggi wanita. Meletakkan rasa malu menjadikan wanita meletakkan segala kehormatannya. Jangan menjualnya untuk harga yang murah, karena kau indah dengan sifat malumu. Be a smart girl !

Sumber:
http://sriafrianty.files.wordpress.com/2013/05/


Puisi 'Kuceritakan padamu'


Bismillahirrahmanirrahim



Tulisan ini layaknya sebutir debu di tengah sahara yang nyaris tak terdengar. Tapi biarlah, setidaknya ia mencoba membuka mulut untuk memberikan perubahan dan semoga ini berguna.

KUCERITAKAN PADAMU

Akan kuceritakan padamu tentang riak-riak rasa
tentang garis-garis yang menyusun nafas kehidupan
dan tentang titik yang membentuk huruf-huruf dalam cerita kehidupan
Aku pernah banyak mengeluh tentang hidup ini
riak-riak detiknya memakukan kita pada dua persimpangan jalan
pada setiap langkah yang terayun

Aku pun pernah meneriakkan kecewa yang melangit
dalam labirin-labirin hati yang tak kunjung kutemui muara terangnya
Aku menggenggam sepi
menghabiskannya dengan banyak sumpah serapah
mengurai kata-kata kering makna namun kental keburukan

Tak usah kusebut pula bulir-bulir kelam dari hatiku yang menyimpan iri
membuahkan dengki lengkap dengan tandan bunganya
Kau takkan pernah tahu dan tak perlu tahu
bagaimana dengan beraninya aku menjadi penentang
Saat sendiri, suara-suara hitam semakin cekatan merayapi pikiran
mendendangkan asanya untuk mencengkram erat telinga-telinga para pembangkang
Aku dan mungkin juga kamu

Biarkan kuceritakan lebih banyak lagi tentang hidup ini
Kita rangkai bait-baitnya membentuk garis-garis yang saling terhubung
Biar aku gambarkan ia sebagai satu lingkaran utuh
Memulai dari satu titik dan berakhir pada titik yang sama
Akhir yang menuju awal
Pertambahan yang berarti pengurangan
Umurku bertambah satu-satu
Usiaku berkurang satu-satu

Akan kuceritakan padamu
setiap hari kita menjejak jalan setapak dengan jalan berkelok nan cadas
Ada kalanya melewati gundukan
Adakalanya harus memelankan langkah menuruni jalan menurun
Tapi aku tak memahamimu, juga tidak diriku sendiri
mengapa kita hanya ingin berjalan di tempat yang rata
Berjalan dengan santai
tak juga ingin dipusingkan oleh pilihan pada dua percabangan jalan
Bukankah kau sudah punya tujuan?
Hingga kau harusnya tahu mana langkah yang harus diambil
Mudah saja, ikuti tujuan itu, dengarkan bisikan hatimu
Kuharap, aku dan kamu dapat melakukannya

Tapi, aku coba tengok ke belakang
Kutatap jejak yang pernah kuambil
Aku pernah, terjatuh karena salah mengambil jalan
lalu mencoba bangkit dan menyusur jalan lagi
dengan sisa detik yang masih mengalun

Kuraba wajahku
ternyata sujudku masih belum khusyu’
Lalu kubuka kembali peta kehidupan kita
Kutemukan di sana ada ngarai yang airnya sangat jernih
Kucelupkan tanganku,
kukibaskan airnya lalu kuperoleh percikan ketenangan
seketika menjalari hidupku dan menjadikannya lebih berwarna
Bukan berarti bayang hitam sudah berhenti mengikutiku
Ia masih saja ada, dan akan terus ada selama hidup itu juga ada

Hidup, bagai koin kehidupan yang menggasing
Ada kebaikan dan keburukan yang beradu bergantian 
Aku tak habis pikir, jumlah rintik hujan yang jatuh ke bumi
mungkin tak kalah banyak dengan keburukanku,
tapi tetap saja ada pintu yang menantiku.
Ketika ku ketuk pintu itu, kutemui gelapku menjelma terang
Ada jaminan pengampunan yang diberi-Nya, setiap kali pintu itu diketuk
Hanya saja, aku tak habis pikir denganmu, juga dengan diriku sendiri
Mengapa lisan ini begitu keluh untuk melantunkan istigfar
Heh, kita lebih mudah melantunkan kalimat-kalimat yang kerontang - kering makna

Biar kuceritakan padamu,
tentang pagi dengan sinarnya yang menguning
tentang pepohonan yang menggugurkan daunnya
harus jatuh dan tergeletak di tanah untuk memberikan manfaat baru
tentang hujan yang membasuh bumi
menumbuhkan benih-benih yang keriput bekas gelapnya malam
tumbuh dan menantang kehidupan dengan pucuk-pucuknya

Biar kuceritakan padamu, tentang dua wajah hidup
layaknya siang dan malam, bahagia dan sengsara
akan ada perubahan dalam setiap deruhnya
Kalaupun nanti kita terpaksa bersedih
Kita ceritakan saja dalam bentuk bisik
Lalu bungkus dalam amplop putih
Lipat dengan hati-hati
lalu kirim pada sepertiga malam

Akan kuceritakan padamu


Nurfadillah Salam
Gowa, 20 Februari 2018

Sedekah adalah Kerja Iman yang Berusia Panjang




Judul artikel kali ini tiba-tiba saja terlintas di pikiran saya ketika menonton sebuah film produksi Daqu Movie yang berjudul “Sang Penolong Hidup”. Saya memang sangat senang nonton film-film produksi Daqu Movie karena film-film nya syarat dengan makna kehidupan, di dalamnya kita diajarkan tentang syariat islam tentunya dengan cara yang menyenangkan - melalui film. Judul ini juga saya kutip dari salah satu buku baacaan saya yang judulnya “Jangan Hidup Jika Tak Memberi Manfaat” karya Muhammad Yasir Lc. Saya rasa tak ada salahnya jika mengkajinya lebih mendalam. Oke, kembali ke topik utama kita kali ini. 

Memberi adalah kerja iman, maka yakinlah ia akan senantiasa berumur panjang. Itulah kalimat yang saya kutip dari buku tersebut. Memberi atau sedekah merupakan salah satu dari tiga hal yang dapat memperpanjang umur selain bersilaturahmi dan berbakti kepada kedua orang tua. Harta sesungguhnya yang kita miliki adalah apa yang kita berikan kepada orang lain. Memberi dapat mengundang banyak kebaikan dan dapat memberikan kepuasan tersendiri kepada pelakunya tentunya ketika sang pelaku ikhlas melakukannya.

Kita seringkali terampil menerima daripada memberi. Lebih bisa meminta daripada berbagi. Kita banyak meminta kepada orang lain, tapi seringkali kita lupa untuk memberi. Kita tidak sadar bahwa yang diberikan pada hakikatnya adalah untuk kita sendiri, bukan untuk orang lain. Keutamaan memberi atau bersedekah terdapat dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Tidak satu hari pun yang dilalui oleh hamba Allah, kecuali ada dua orang malaikat turun kepadanya. Satu di antaranya berdo’a: Ya, Allah berilah ganti bagi orang yang menafkahkan hartanya di jalan-Mu. Sedangkan yang lainnya berdo’a: Ya Allah berilah kerusakan atas harta orang yang enggan menafkahkannya.” (HR. Muslim)

Sesungguhnya sedekah itu memadamkan murka Allah dan mencegah dari proses kematian yang menyengsarakan.” (HR. Tirmidzi)

Orang yang berhak menerima sedekah

Orang yang berhak dan yang lebih utama menerima sedekah adalah keluarga dan kaum kerabat.  Setelah itu baru orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Jika ada salah seorang di antara kalian yang fakir, maka hendaklah ia memulai dengan dirinya sendiri. Setelah ada kelebihan, maka hendaklah ia memberi keluarganya. Jika masih ada kelebihan juga, maka hendaklah memberi kepada kaum kerabatnya. Atau sabdanya: kepada orang yang disayangi dan jika ada kelebihan maka di sini dan di sini.” (HR. Muslim)

Kita dianjurkan bersedekah baik di mudah maupun susah. Bukankah ini terdengar aneh? Bagaimana kita bersedekah jika kebutuhan sendiri saja tidak cukup? Nah, di sinilah terletak keajaiban bersedekah. Di sinilah kita diuji apakah kita rela berbagi meski keadaan diri juga sedang membutuhkan.

Orang yang selalu percaya dan yakin dengan Allah tidak akan memandang hidup ini hanya dengan kacamatanya sendiri. Sebagai manusia yang memiliki banyak keterbatasan, Ia akan mengantungkan harapannya kepada Allah. Kalau Allah menganjurkan sesuatu untuk dilakukan, tentulah itu baik untuk kita. Meskipun susah dan berat, ada baiknya kita membiasakan untuk bersedekah. Bersedekah dapat pula dipandang sebagai akibat dari rasa syukur kita kepada Allah. Kita rela dengan apa yang diberikan Allah, bersyukur atas rezki-Nya dan berupaya berbagi dengan sesama.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan rezki kita. Lalu untuk apa takut ketika kita memberikan sebagian milik kita kepada orang lain, terutama bagi yang membutuhkan.

Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan percaya dengan kehadiran-Nya, maka kami akan siapkan baginya jalan kemudahan. Adapun orang yang kikir dan selalu merasa dirinya cukup-tidak memerlukan Allah. Lalu mendustakan balasan terbaik dari-Nya, maka kami akan siapkan baginya jalan kesukaran.” (QS. Al-Lail [92]: 5-10)

Sobat, mari kita membenah diri dan membiasakan diri melakukan hal-hal yang baik. Sebagai manusia yang seringkali dihinggapi rasa kikir, semoga Allah memberikan cahaya-Nya kepada kita semua dan menjadikan hati-hati ini lebih condong kepada kebaikan dan memudahkan kita untuk memberi serta berbagi dengan orang lain. Semoga apa yang kita usahakan beroleh ridho-Nya.


Ya Allah, terangilah hati kami dengan cahaya hidayah-Mu, sebagaimana Engkau menerangi bumi ini dengan cahaya matahari-Mu. Semua hanya berkat rahmat-Mu, duhai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Aamiin.


Sumber:

Syekh Kamil Muhammad 'Uwaidah. 2017. Fiqih Wanita. Depok: Fathan Media Prima.

Yadi Saeful Hidayat. 2012. Aku Jauh Engkau Jauh Aku Dekat Engkau Dekat. Bandung: Mizania.

Belajar Merupakan Salah Satu Cara Mengaktifkan Gen Positif





Jika kamu tidak dapat menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menanggung perihnya kebodohanImam Syafi’i

Setelah terlepas dari rutinitas kampus, saya sudah tidak memiliki rutinitas belajar seperti biasa. Dalam benak saya, kewajiban belajar sudah hilang dari saya. Untuk apa? Toh saya sudah tidak kuliah lagi. Belajar sudah tidak diperlukan lagi. Tapi ternyata anggapan saya salah.

Saya terlalu sempit dalam memberikan defenisi untuk belajar. Pada hakikatnya, belajar merupakan kegiatan yang dilakukan seumur hidup. Sebagaimana prinsip belajar “long life education”, belajar dilakukan seumur hidup. Menilik prinsip ini. Belajar tidak hanya melulu membaca buku dan mengerjakan soal-soal. Belajar itu merupakan proses dari tidak tahu menjadi tahu, dari kurang tahu menjadi lebih tahu. Sebagaimana hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim dan muslimah. Dan oleh karena itu, tidak ada kata berhenti untuk belajar.

Pada hakikatnya, belajar bukan hanya sekedar untuk menimbun pengetahuan, tetapi juga untuk menyalurkannya agar bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Itulah hakikat utama dari belajar, yakni agar ilmu yang kita pelajari itu bermanfaat. Ilmu yang diwajibkan untuk dipelajari adalah ilmu agama. Alasannya, agama adalah penuntun hidup kita menuju keyakinan akan kehidupan yang hakiki. Tanpa ilmu agama, kita layaknya orang yang buta. Tidak ada pemahaman dan hanya mengikuti arus kehidupan tanpa ada pengarah.

Sampai kapankah kita akan belajar? Apakah setelah puncak gelar kita raih, merupakan tanda berhentinya kita belajar? Ya, belajar baru berhenti ketika puncak gelar kita raih. Dan tahukah kalian apa puncak gelar yang diraih manusia? Almarhum. Ya, setelah gelar Almarhum/Almarhumah telah berada pada kita, maka belajar baru boleh berhenti. “Tuntutlah ilmu sampai liang lahat” itulah tuntunan yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada kita. Belajar di kelas (sekolah atau bangku kuliah) hanyalah sebagian kecil dari tempat belajar, di mana kita bisa menimba ilmu. Yang terpenting adalah jangan pernah berhenti belajar.

Belajar bukan hanya tentang bangku sekolah dimana kita menimba banyak pelajaran, melainkan juga di dapat dilakukan di mana saja seperti di keluarga dan lingkungan. Baik bangku sekolah, keluarga ataupun masyarakat, semuanya penting dalam membentuk pribadi kita dengan porsi pengaruhnya masing-masing. Saya sering mendengar pendapat orang-orang tentang bangku sekolah. Banyak orang yang beranggapan, untuk apa sekolah tinggi-tinggi, toh ternyata semua pelajaran yang kita peroleh tidak akan kita ingat sampai sekarang, banyak di antara pelajaran-pelajaran itu tidak diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Hello guys, jangan terlalu sempit dalam mengartikan arti sekolah. Kita sekolah tidak melulu untuk menghapal banyak pelajaran dan menampungnya di dalam pikiran. Tujuan sekolah bahkan lebih luas dari itu semua. Melalui sekolah, kita diajarkan kerjasama dan bersosialisasi dengan banyak orang dengan sifat yang berbeda-beda. Bukan hanya itu, melalui sekolah, kita diajarkan untuk memiliki kemampuan problem solving dalam menghadapi setiap masalah-masalah yang dihadapi di sekolah, mulai dari masalah dengan teman sebaya, dengan guru maupun masalah-masalah tentang tugas-tugas sekolah. Melalui sekolah kita diajarkan untuk disiplin, datang sekolah tepat waktu sesuai dengan aturan yang ada. Kita diajarkan untuk memimpin atau bekerjasama dengan orang lain melalui banyak organisasi intra maupun ekstra sekolah.

Dalam pandangan Biologi, manusia adalah kesatuan antara genotip dan fenotip. Genotip adalah susunan gen yang menentukan sifat, sedangkan fenotipe adalah suatu karakteristik yang dapat diamati dari suatu organisme. Fenotipe diperoleh dari genotip dan pengaruh lingkungan. Prof Irawan Yusuf, mantan Dekan Fakultas Kedokteran Unhas yang saya kutip dari kolom opini edisi 13 Februari 2018 di koran FAJAR yang berjudul “Umat dengan Gen On” tulisan Qashim Mathar, mengatakan sebagaimana yang saya tulis berikut:

Gen adalah unit fungsional yang paling mendasar pada mahluk hidup. Gen-gen ini menyandi ratusan ribu protein. Kita dianugerahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sekitar 25 ribu gen. Setiap protein setidaknya mengatur 1 fungsi. Misalnya gen insulin menyandi hormon Insulin yang berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat. Kalau gen ini mengalami kelainan, dia tidak dapat mengahasilkan insulin, sehingga metabolisme karbohidrat terganggu dan individu tersebut menderita diabetes. Jadi, tubuh kita menjalankan ratusan ribu fungsi dan baru sedikit yang diketahui. manusia yang jumlahnya lebih dari 7 Miliar, gennya 99,9999% sama di semua suku/bangsa di dunia ini. Namun, tidak ada satu pun manusia yang sama persis. perbedaannya hanya 0,0001% membuat manusia sangat beragam/bervariasi. Faktor yang sangat penting dalam membentuk keunggulan dari suatu individu adalah faktor lingkungan. Gen kita hampir sama, namun faktor lingkunganlah yang menyebabkan gen kita aktif (on) atau tidak aktif (off)"

Salah satu cara untuk mengaktifkan gen positif kita adalah dengan belajar berbagai hal yang tentunya juga positif. Dengan belajar, kita akan menguatkan pengaruh lingkungan di dalam diri kita sehingga dapat meningkatkan potensi kita di dalam hidup dan bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan serta agama.

Pengertian, Jenis dan Mekanisme Penyebaran Hormon pada Manusia




Organisme multiseluler memerlukan mekanisme untuk komunikasi antar sel  agar dapat memberi respon dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan eksterna  dan interna yang selalu berubah. Sistem koordinasi dalam tubuh manusia ada dua yaitu sistem saraf dan sistem hormon. Sistem hormon (Endokrin dan) susunan saraf merupakan alat utama dimana tubuh mengkomunikasikan antara berbagai jaringan dan sel. Sistem saraf sering dipandang sebagai pembawa pesan melalui sistem struktural yang tetap. Sistem Endokrin dimana berbagai macam” hormondisekresikan oleh kelenjar spesifik, diangkut sebagai pesan untuk bereaksi pada sel atau organ targetnya. Kata hormon berasal dari istilah Yunani yang berarti membangkitkan aktifitas.

Hormon merupakan suatu kelompok heterogen pesan-pesan kimia yang berperan mengkoordinasi aktifitas berbagai jaringan dalam tubuh. Hormon adalah suatu pesan kimia yang disintesa pada sel-sel khusus dan ditranspor ke sel sasaran yang jauh letaknya melalui darah. Untuk itu kita perlu mengetahui dan mengenal tentang hormon, baik itu pembagian, sekresi, dan peranannya dalam kehidupan.

Pengertian Hormon
Hormon berasal dari bahasa Yunani, yaitu horman yang artinya “yang menggerakkan”, jadi hormon  adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau antarkelompok sel. Hormon merupakan suatu kelompok heterogen pesan-pesan kimia yang berperan mengkoordinasi aktifitas berbagai jaringan dalam tubuh. Hormon adalah suatu pesan kimia yang disintesa pada sel-sel khusus dan ditranspor ke sel sasaran yang jauh letaknya melalui darah.
Hormon merupakan mediator kimia yang mengatur aktivitas sel / organ tertentu. Hormon adalah zat kimia yang terbentuk dalam satu organ atau bagian tubuh dan dibawa dalam darah ke organ atau bagian di mana mereka menghasilkan efek fungsional. Hormon membawa pesan dari kelenjar kepada sel-sel untuk mempertahankan tingkat bahan kimia dalam aliran darah yang mencapai homeostasis. Tergantung pada efeknya masing-masing, hormon dapat mengubah aktivitas fungsional, dan kadang-kadang struktural satu atau beberapa organ atau jaringan.
Jenis Hormon
Berdasarkan hakikat kimianya, hormon dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu hormon peptida dan protein, steroid dan turunan tirosin.
Steroid
Peptida
Protein Besar
Turunan Tirosin
Testosteron
Estrogen
Progesteron
Kortikosteroid
Vitamin D-3
Hormon hipotalamus
Angiotensin
Somatostatin
Gastrin
Sekretin
Glukagon
Kalsitonin
Insulin
Parathormon
Hormon pertumbuhan
Prolaktin
LH
FSH
TSH
Katekolamin:
Noradrenalin
Adrenalin
Hormon tiroid:
Tiroksin (T4)
Triiodotironin (T3)

            Sumber: Sshmidt-Nielsen dalam Isnaeni ((2006: 118)
Berdasarkan tempat pementukannya, hormon diklasifkasikan menjadi beragam jenis, yaitu:
Kelenjar hipofisis
Suatu kelenjar endokrin yang terletak didasar tengkorak yang memegang peranan penting dalam sekresi hormon dari suatu organ endokrin. Dapat dikatakan sebagai kelenjar pemimpin sebab hormon-hormon yang dihasilkanya dapat mempengaruhi pekerjaaan kelenjar lainya. Kelenjar hipofise terdiri dari dua lobus. Lobus anterior (Adenohipofise) dan Lobus Poserior.

Lobus Anterior
Menghasilkan sejumlah hormon yang bekerja sebagai zat pengendali produksi dari semua organ endokrin yang lain.
Hormon somatotropik mengendalikan pertumbuhan tubuh
Hormon tirotropik mengendalikan kegiatan kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon tiroksin.
Hormon adrenokortikotropik (ACTH), mengendalikan kelenjar suprarenal dalam menghasilkan kortisol yang berasal dari korteks kelenjar suprarenal.
Hormon gonadotropik berasal dari Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang merangsang perkembangan folikel degraf dalam ovarium dan pembentukan spermatozoa dalam testis.
Luteiizing Hormone (LH) mengendalikan sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium dan testoteron dalam testis. Interstisial Cell Stimulating Hormone (ICSH).
Lobus posterior
Lobus posterior disebut juga Neurohipofise. Mengeluarkan dua jenis hormon yaitu :
Hormon anti diuretik (ADH), mengatur jumlah air yang keluar melalui ginjal membuat kontraksi otot polos ADH disebut juga hormon pituitrin.
Hormon oksitosin merangsang dan menguatkan kontraksi uterus sewaktu melahirkan dan mengeluarkan air susu sewaktu menyusui. Kelenjar hipofise terletak didasar tengkorak, didalam fosa hipofise tulang spenoid.

Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid terdiri atas dua buah lobus yang terletak disebelah kanan trakea diikat bersama oleh jaringan tiroid dan yangt melintasi trakea disebelah depan dan terdapat didalam leher bagian depan bawah, melekat pada dinding laring. Atas pengaruh hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofise lobus anerior, kelenjar tiroid ini dapat memproduksi hormon tiroksin. Adapun fungsi dari hormon tiroksin ; mengatur pertukaran zat/metabolisme dalam tubuh dan mengatur pertumbuhan jasmani dan rohani.

Kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiroid terletak disetiap sisi kelenjar tiroid yang terdapat didalam leher, kelenjar ini berjumlah empat buah yang tersusun berpasangan yang menghasilkan para hormon atau hormon para tiroksin. Masing –masing melekat pada bagian belekang kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium dan fosfor didalam tubuh.

Kelenjar timus
Kelenjar timus terletak didalam mediastinum di belakang os sternum atau teletak didalam toraks kira-kira setinggi bifurkasi trakea dan hanya dijumpai pada anak-anak dibawah 18 tahun. Warnanya kemerah-merahan dan terdiri dari dua lobus. Pada bayi baru lahir sangat kecil dan beratnya kira-kira 10 gram aau lebih sedikit.  Ukuran kelenjar timus bertambah pada masa remaja dar 30-40 gram kemudian berkerut lagi.Adapun hormon yang dikeluarkan kelenjar timus berfungsi sebagai berikut;
Mengaktifkan pertumbuhan badan
Mengurangi aktifitas kelenjar kelamin

Kelenjar suprarenal
Kelenjar suprarenal jumlahnya ada dua, terdapat pada bagian atas ginjal kiri dan kanan. Ukuranya berbeda-beda, beratnya rata-rata 5-9 gram. Kelenjar suprarenal ini terbagi atas 2 bagian yaitu
Bagian luar yang berwarna kekuningan yang menghasilkan kortisol yang disebut korteks
Bagian medula yang menghasilkan adrenalin (epinefrin) dan nor adrenalin (nor epinefrin)
Zat-zat tadi disekresikan dibawah pengndalian sistem persarafan simpatis. Sekresinya bertambah dalam keadaan emosi seperti marah,takut serta dalam keadaan asfiksia dan kelaparan. Pengeluaran yang bertambah itu menaikan tekanan darah guna melawan shok. Nor adrenalin menaikan tekanan darah dengan merangsang serabut otot didalam dinding pembuluh darah untuk berkontraksi, adrenalin membantu metabolisme karbohidrat dengan jalan menambah pengeluaran glukosa dari hati. Beberapa hormon terpenting yang disekresikan olehkorteks adrenal adalah; Hidrokortison, aldosteron, dan kortikosteron. Semuanya bertalian erat dengan metabolisme, pertumbuhan fungsi ginjal dan fungsi otot. Pada insufiesiensi (penyakit aldison) penyakit nampak kurus dan nampak sakit paling lemah, terutama karena tidak adanya hormon ini, sednangkan ginjal gagal menyimpan natrium dalam darah terlampau banyak, penyakit ini diobati dengan kortison

Kelenjar pankreatika
Kelenjar ini terdapat pada bagian belakang lambung di depan vertebrata lumbalis I dan II terdiri dari sel-sel alpha dan beta. Sel alpha menghasilkan hormon glukagon sedangkan sel- sel beta menghasilkan hormon insulin. Hormon yang diberikan untuk pengobatan diabetes, insulin merupakan sebuah protein yang dapat turut dicernakan oleh enzim-enzim pencernaan protein. Fungsi hormon insulin adalah untuk  mengedalikan glukosa dan bila digunakan sebagai pengobatan, memperbaiki kemampuan sel tubuh untuk mengobservasi dan menggunakan glukosa dan lemak.

Pulau Langerhans
Pulau –pulau Langerhans berbentuk oval tersebar di seluruh pankreas dan terbanyak pada bagian kedua pankreas. Dalam tubuh terdapat 1-2 juta pulau-pulau langerhans, sel dalam pulau ini dapat dibedakan atas dasar granulasi dan pewarnanya separuh dari sel ini mensekresi insulin yang lainya menghasilkan polipeptida dari mpankreas diturunkan pada bagian eksokrin pankreas. Fungsi kepulauan langerhans;sebagai unt sekresi dalam pengeluaran homeostatik nutrisi, menghambat sekresi insulin, glukagon dan polipeptida pankreas, serta menghambat sekresi glikogen.

Kelenjar kelamin
Kelenjar testika terdapat pada pria yaitu,  pada skrotum menghasilkan hormon testoteron. Adapun fungsi hormon testoteron. Mementukan sifat kejantanan, misalnnya ada jenggot, kumis, jakun dan lain-lain. Menghasilkan sel mani (spermatozoid) serta mengontrol pekerjaan seks sekunder pada laki-laki.
Kelenjar ovarika terdapat pada wanita yaitu, pada ovarium disamping kiri dan kanan uterus. Menghasilkan hormon estrogen dan progesteron, hormon ini dapat mempegaruhi pekerjaan uterus serta memberika sifat kewanitaan, misalnya pinggul yang membesar, bahu sempit dan lain-lain.
Mekanisme Transpor Hormon
Agar dapat memperlihatkan efek hayatinya, hormon dari kelenjar endokrin harus dapat sampai ke organ sasaran. Organ sasaran yaitu organ yang memiliki reseptor khusus untuk hormon yang sesuai dan merupakan tempat yang tepat bagi suatu hormon untuk memperlihatkan efek hayatinya. Organ sasaran hormon seringkali terletak di lokasi yang jauh dari tempat hormon tersebut dihasilkan.  Gagasan yang merupakan konsep tentang mekanisme kerja hormon yang paling klasik tentang organ dan fungsi endokrin kini telah berubah.
Saat ini telah diketahui bahwa untuk memperlihatkan pengaruhnya, hormon idak harus melewati sistem sirkulasi. Contoh yang baik untuk hormon ini ialah histamin, yang bekerja untuk mengontrol sekresi asam pada lambung vertebrata, misalnya pada sapi. Apabila rangsang memengaruhi sel master (mast cell) dan sel parietal pada lambung, sel-sel tersebut akan mengeluarkan histamin, yang selanjutnya akan merangsang pengeluaran asam lambung. Dalam contoh tersebut tampak bahwa hormn berpengaruh terhadap sel sasaran yang terletak di sekitar sl penghasil histamin. Jadi, hormon tersebut bekerja secara lokal. Aksi hormon lokal semacm ini disebut kontrol/kendali parakrin.
Kadang-kadang senyawa kimia yang dikeluarkan oleh suatu sel akan memengaruhi sel itu sendiri.peristiwa semacam ini dikenal dengan istilah kontrol/kendali autokrin. Contoh senyawa kimia semacam ini ialah prostaglandin dan faktor pertumbuhan yang mirip insulin. Adanya sistem kendali neuroendokrin, parakrin, dan autokrin sudah tentu akan mengaburkan defenisi dan konsep khas yang klasik mengenai cara kerja sistem endokrin dan hormon.
Sel-sel penyusun organ endokrin dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sel neurosekretori dan sel endokrin sejati. Sel neurosekretori adalah sel yang berbentuk seperti sel saraf, tetapi berfungsi sebagai penghasil hormon. Contohnya ialah sel saraf pada hipotalamus. Sel tersebut memperlihatkan fungsi endokrin sehingga dapt juga disebut sebagai sel neuroendokrin.
Sel endokrin sejati, disebut juga sel endokrin klasik, yaitu sel endokrin yang benar-benar berfungsi sebagai penghasil hormon, tidak memiliki bentuk seperti sel saraf. Kelenjar endokrin sejati melepaskan hormon yang dihasilkannya secara langsung ke dalam darah (cairan tubuh).

Struktur Sistem Pencernaan

Berbicara tentang struktur sistem pencernaan, kita tidak lepas dari pembahasan mengenai organ-organ pencernaan. Sebelum itu, ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa itu sistem pencernaan. Sistem pencernaan merupakan sistem organ yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan, mulai dari proses penghancuran makanan hingga penyerapannya ke dalam tubuh. Tentu sobat sudah tahu, mulut termasuk sebagai salah satu organ pencernaan. Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak uraian lengkap berikut mengenai struktur sistem pencernaan.

Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar-kelenjar yang pencernaan. Fungsi sistem pencernaan adalah memperoleh zat-zat makanan yang dibutuhkan bagi tubuh.

Struktur Histologi Umum Saluran Pencernaan

Saluran pencernaan umumnya mempunyai sifat struktural tertentu yang terdiri atas 4 lapisan utama yaitu: lapisan mukosa, submukosa, lapisan otot, danlapisan serosa.

1. Lapisan mukosa terdiri atas (1) epitel pembatas; (2) lamina propria yang terdiri dari jaringan penyambung jarang yang kaya akan pembuluh darah kapiler dan limfe dan sel-sel otot polos, kadang-kadang mengandung juga kelenjar-kelenjar dan jaringan limfoid; dan (3) muskularis mukosae.

2. Submukosa terdiri atas jaringan penyambung jarang dengan banyak pembuluh darah dan limfe, pleksus saraf submukosa (juga dinamakan Meissner), dan kelenjar-kelenjar dan/atau jaringan limfoid.

3. Lapisan otot tersusun atas: (1) sel-sel otot polos, berdasarkan susunannya dibedakan menjadi 2 sublapisan menurut arah utama sel-sel otot yaitu sebelah dalam (dekat lumen), umumnya tersusun melingkar (sirkuler); pada sublapisan luar, kebanyakan memanjang (longitudinal). (2) kumpulan saraf yang disebut pleksus mienterik (atau Auerbach), yang terletak antara 2 sublapisan otot. (3) pembuluh darah dan limfe.

4. Serosa merupakan lapisan tipis yang terdiri atas (1) jaringan penyambung jarang, kaya akan pembuluh darah dan jaringan adiposa; dan (2) epitel gepeng selapis (mesotel).

Fungsi utama epitel mukosa saluran pencernaan adalah:

1. Menyelenggarakan sawar (pembatas), bersifat permeabel selektif antara isi saluran dan jaringan tubuh.
2. Mempermudah transpor dan pencernaan makanan
3. Meningkatkan absorpsi hasil-hasil pencernaan (sari-sari makanan). Sel-sel pada lapisan ini selain menghasilkan mukus juga berperan dalam pencernaan atau absorpsi makanan. Nodulus limfatikus yang banyak terdapat pada lamina propria dan lapisan submukosa sebagai sistem pertahanan tubuh atau pelindung dari infeksi mikroorganisme dari invasi virus dan bakteri.

Muskularis mukosae dan lapisan otot untuk pergerakan lapisan mukosa secara independen (otonom) dari pergerakan saluran pencernaan lain, sehingga meningkatkan kontak dengan makanan. Kontraksi lapisan mukosa mendorong (peristaltik) dan mencampur makanan (segmentasi) dalam saluran pencernaan. Pleksus-pleksus saraf mengatur kontraksi muskuler ini, yang membentuk gangglia parasimpatis. Banyaknya jala-jala serabut pre- dan postganglionik sistem saraf otonom dan beberapa serabut-serabut sensoris viseral dalam ganglia ini memungkinkan komunikasi diantara mereka. Kenyataan bahwa saluran pencernaan menerima banyak persyarafan dari sistem saraf otonom memberikan penjelasan anatomik akan besarnya pengaruh gangguan emosi pada saluran pencernaan – suatu fenomena yang penting pada pengobatan psikosomatis.





Rongga mulut (pipi) dibatasi oleh epitel gepeng berlapis tanpa tanduk. Atap mulut tersusun atas palatum keras (durum) dan lunak (molle), keduanya diliputi oleh epitel gepeng berlapis. Uvula palatina merupakan tonjolan konis yang menuju ke bawah dari batas tengah palatum lunak.
Lidah.

Lidah merupakan suatu massa otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa. Serabut-serabut otot satu sama lain saling bersilangan dalam 3 bidang, berkelompok dalam berkas-berkas, biasanya dipisahkan oleh jaringan penyambung. Pada permukaan bawah lidah, membran mukosanya halus, sedangkan permukaan dorsalnya ireguler, diliputi oleh banyak tonjolan- tonjolan kecil yang dinamakan papilae. Papilae lidah merupakan tonjolan-tonjolan epitel mulut dan lamina propria yang diduga bentuk dan fungsinya berbeda. Terdapat 4 jenis papilae.

1. Papilae filiformis: mepunyai bentuk penonjolan langsing dan konis, sangat banyak, dan terdapat di seluruh permukaan lidah. Epitelnya tidak mengandung puting kecap (reseptor).
2. Papilae fungiformis menyerupai bentuk jamur karena mereka mempunyai tangkai sempit dan permukaan atasnya melebar. Papilae ini, mengandung puting pengecap yang tersebar pada permukaan atas, secara tidak teratur terdapat di sela-sela antara papilae filoformis yang banyak jumlahnya.
3. Papilae foliatae, tersusun sebagai tonjolan-tonjolan yang sangat padat sepanjang pinggir lateral belakang lidah, papila ini mengandung banyak puting kecap.
4. Papilae circumfalatae merupakan papilae yang sangat besar yang permukaannya pipih meluas di atas papilae lain. Papilae circumvalate tersebar pada daerah “V” pada bagian posterior lidah. Banyak kelenjar mukosa dan serosa (von Ebner) mengalirkan isinya ke dalam alur dalam yang mengelilingi pinggir masing-masing papila. Susunan yang menyerupai parit ini memungkinkan aliran cairan yang kontinyu di atas banyak puting kecap yang terdapat sepanjang sisi papila ini. Aliran sekresi ini penting untuk menyingkirkan partikel-partikel dari sekitar puting kecap sehingga mereka dapat menerima dan memproses rangsangan pengencapan yang baru. Selain kelenjar-kelenjar serosa yang berkaitan dengan jenis papila ini, terdapat kelenjar mukosa dan serosa kecil yang tersebar di seluruh dinding rongga mulut lain-epiglotis, pharynx, palatum, dan sebagainya-untuk memberi respon terhadap rangsangan kecap.

Pharynx merupakan peralihan ruang antara rongga mulut dan sistem pernapasan dan pencernaan. Ia membentuk hubungan antara daerah hidung dan larynx. Pharynx dibatasi oleh epitel berlapis gepeng jenis mukosa, kecuali pada daerah-daerah bagian pernapasan yang tidak mengalami abrasi. Pada daerah-daerah yang terakhir ini, epitelnya toraks bertingkat bersilia dan bersel goblet. Pharynx mempunyai tonsila yang merupakan sistem pertahanan tubuh. Mukosa pharynx Pharynx Pharynx merupakan peralihan ruang antara rongga mulut dan sistem pernapasan dan pencernaan. Ia membentuk hubungan antara daerah hidung dan larynx. Pharynx dibatasi oleh epitel berlapis gepeng jenis mukosa, kecuali pada daerah-daerah bagian pernapasan yang tidak mengalami abrasi. Pada daerah-daerah yang terakhir ini, epitelnya toraks bertingkat bersilia dan bersel goblet. Pharynx mempunyai tonsila yang merupakan sistem pertahanan tubuh. Mukosa pharynx juga mempunyai banyak kelenjar kelenjar mukosa kecil dalam lapisan jaringan penyambung padatnya.

Bagian saluran pencernaan ini merupakan tabung otot yang berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Oesofagus diselaputi oleh epitelberlapis gepeng tanpa tanduk. Pada lapisan submukosa terdapat kelompokan kelenjar-kelenjar oesofagea yang mensekresikan mukus. Pada bagian ujung distal oesofagus, lapisan otot hanya terdiri sel-sel otot polos, pada bagian tengah, campuran sel-sel otot lurik dan polos, dan pada ujung proksimal, hanya sel-sel otot lurik.



Lambung merupakan segmen saluran pencernaan yang melebar, yang fungsi utamanya adalah menampung makanan yang telah dimakan, mengubahnya menjadi bubur yang liat yang dinamakan kimus (chyme). Permukaan lambung ditandai oleh adanya peninggian atau lipatan yang dinamakan rugae. Invaginasi epitel pembatas lipatan-lipatan tersebut menembus lamina propria, membentuk alur mikroskopik yang dinamakan gastric pits atau foveolae gastricae. Sejumlah kelenjar-kelenjar kecil, yang terletak di dalam lamina propria, bermuara ke dalam dasar gastric pits ini. Epitel pembatas ketiga bagian ini terdiri dari sel-sel toraks yang mensekresi mukus. Lambung secara struktur histologis dapat dibedakan menjadi: kardia, korpus, fundus, dan pylorus.

Kardiak
Kardiak merupakan peralihan antara oesofagus dan lambung. Lamina proprianya mengandung kelenjar-kelenjar kardia turbular simpleks bercabang, bergelung dan sering mempunyai lumen yang besar yang berfungsi mensekresikan mukus. Kelenjar-kelenjar ini strukturnya sama seperti kelenjar kardia bagian terminal oesofagus dan mengandung (dan mungkin sekresi) enzim lisosom.
Korpus dan Fundus
Lamina mukosa tersusun atas 6 jenis sel yaitu: (1) sel-sel mukus istmus, (2) sel-sel parietal (oksintik), (3) sel-sel mukus leher, (4) chief cells (sel zimogenik), (5) sel-sel argentafin, dan (6) sel-sel yang menghasilkan zat seperti glukagon.
1. Sel-sel mukus istmus terdapat dalam bagian atas kelenjar pada daerah peralihan antara leher dan gastric pit. Sel-sel ini mengsekresi mukus netral yang membatasi dan melindungi permukaan lambung dari asam.
2. Sel parietal (oksintik) terutama terdapat pada bagian setengah atas kelenjar dan tersisip antara sel-sel mukus leher. Sel parietal merupakan sel bulat atau piramidal dengan inti sferis di tengah dan sitoplasma yang jelas eosinofilik. Sel-sel parietal menghasilkan asam klorida (HCl) yang terdapat dalam getah lambung. Pada kasus gastritis atrofikans, sel parietal dan chief cells keduanya jumlahnya berkurang, dan getah lambung mempunyai sedikit atau tidak mempunyai aktivitas pepsin. Asam yang disekresi berasal dari klorida-klorida yang terdapat dalam darah di tambah kation (H+) yang berasal dari kerja suatu enzim-anhidrase karbonat. Anhidrase karbonat bekerja pada CO2 untuk menghasilkan asam karbonat, yang berdisosiasi menjadi bikarbonat dan satu H+. Kedua kation dan ion klorida secara aktif ditanspor melalui membran sel sedangkan air akan berdifusi secara pasif mengikuti perbedaan tekanan osmotik.
3. Sel mukus leher terdapat dalam kelompokkan atau sel-sel tunggal antara sel-sel parietal dalam leher kelenjar gastrik. Sekret sel mukus leher adalah mukus asam yang kaya akan glikosaminoglikans.
4. Chief cells (sel zimogenik) mensintesis dan mengeluarkan protein yang mengandung enzim inaktif pepsinogen. Bila granula pepsinogen dikeluarkan ke dalam lingkungan lambung yang asam, enzim diubah menjadi enzim proteolitik yang sangat aktif yang disebut pepsin.
5. Sel-sel argentafin juga dinamakan sel-sel enterokromafin karena afinitasnya terhadap garam kromium serta perak. Sel-sel ini jumlahnya lebih sedikit dan terletak pada dasar kelenjar, terselip antara sel-sel zimogenik. Fungsi mereka sebenarnya masih merupakan spekulasi (belum jelas).
6. Sel-sel endokrin lain yang dapat digolongkan sebagai sel-sel APUD (amine precursor uptake and decarboxyllation) menghasilkan hormon Gastrin.

Pilorus
Pada pilorus terdapat kelenjar bergelung pendek yang mensekresikan enzim lisosim. Diantara sel-sel mukus ke lenjar pilorus terdapat sel-sel gastrin (G) yang berfungsi mengeluarkan hormone gastrin. Gastrin berfungsi merangsang pengeluaran asam lambung oleh kelenjar-kelenjar lambung.

Muskularis mukosae lambung terdiri atas 2 atau 3 lapisan otot yang tegak lurus menembus ke dalam laminan propria. Apabila otot berkontraksi akan mengakibatkan lipatan pada permukaan dalam organ yang selanjutnya akan menekan kelenjar lambung dan mengeluarkan sekretnya.

1. Submukosa terdiri atas jaringan penyambung jarang dan pembuluh-pembuluh darah dan limfe dan diinfiltrasi oleh sel-sel limfoid dan mast cells.
2. Muskularis eksterna terdiri atas serabut-serabut spiral yang terletak dalam 3 arah utama: lapisan eksterna adalah longitudinal, lapisan tengah adalah sirkular, dan lapisan interna adalah miring.
3. Lapisan serosa adalah tipis dan diliputi oleh mesotel.
           
Pergantian (turnover) Mukosa Lambung
Selain untuk mengganti sel-sel epitel yang mengelupas setiap hari, membran mukosa lambung dapat mengalami regenerasi bila cedera. Aktivitas mitosis terutama dilakukan oleh sel-sel leher kelenjar. Kecepatan pembaharuan sel-sel epitel ini sekitar 5 hari. Epitel pembatas lambung hidupnya singkat, dan sel-selnya terus menerus mengelupas dalam lumen. Sel-sel ini dengan lambat berdiferensiasi menjadi sel parietal dan hief cell (sel zimogenik)





Usus halus relatif panjang – kira-kira 6 m – dan ini memungkinkan kontak yang lama antara makanan dan enzim-enzim pencernaan serta antara hasil-hasil pencernaan dan sel-sel absorptif epitel pembatas. Usus halus terdiri atas 3 segmen: duodenum, jejunum, dan ileum. Membran mukosa usus halus menunjukkan sederetan lipatan permanen yang disebut plika sirkularis atau valvula Kerkringi. Pada membran mukosa terdapat lubang kecil yang merupakan muara kelenjar tubulosa simpleks yang dinamakan kelenjar intestinal mempunyai epitel pembatas usus halus dan sel-sel goblet (bagian atas).
Mukosa usus halus dibatasi oleh beberapa jenis sel, yang paling banyak adalah sel epitel toraks (absorptif), sel paneth, dan sel-sel yang mengsekresi polipeptida endokrin.

1. Sel toraks adalah sel-sel absorptif yang ditandai oleh adanya permukaan apikal yang mengalami spesialisasi yang dinamakan ”striated border” yang tersusun atas mikrovili. Mikrovili mempunyai fungsi fisiologis yang penting karena sangat menambah permukaan kontak usus halus dengan makanan. Striated border merupakan tempat aktivitas enzim disakaridase usus halus. Enzim ini terikat pada mikrovili, menghidrolisis disakarida menjadi monosakarida, sehingga mudah diabsorbsi. Di tempat yang sama diduga terdapat enzim dipeptidase yang menghidrolisis dipeptida menjadi unsur-unsur asam aminonya. Fungsi sel toraks usus halus lebih penting adalah mengabsorbsi zat-zat sari-sari yang dihasilkan dari proses pencernaan.
2. Sel-sel goblet terletak terselip diantara sel-sel absorpsi, jumlahnya lebih sedikitdalam duodenum dan bertambah bila mencapai ileum. Sel goblet menghasilkan glikoprotein asam yang fungsi utamanya melindungi dan melumasi mukosa pembatas usus halus.
3. Sel-sel Paneth (makrofag) pada bagian basal kelenjar intestinal merupakan sel  eksokrin serosa yang mensintesis lisosim yang memiliki aktivitas antibakteri dan memegang peranan dalam mengawasi flora usus halus.
4. Sel-sel endokrin saluran pencernaan. Hormon-hormon saluran pencernaan antara lain: sekretin, dan kolesistokinin (CCK). Sekretin berperan sekresi cairan pankreas dan bikarbonat. Kolesistokinin berperan merangsang kontraksi kandung empedu dan sekresi enzim pankreas. Dengan demikian, aktivitas sistem pencernaan diregulasi oleh sistem saraf dan hormon hormon peptida.

Lamina propria sampai serosa

Lamina propria usus halus terdiri atas jaringan penyambung jarang dan pembuluh darah dan limfe, serabut-serabut saraf, dan sel-sel otot polos. Tepat di bawah membrana basalis, terdapat lapisan kontinyu sel-sel limfoid penghasil antibodi dan makrofag, membentuk sawar imunologik pada daerah ini. Lamina propria menembus ke dalam inti vili usus, bersama dengan pembuluh darah dan limfe, saraf, jaringan penyambung, miofibroblas, dan sel-sel otot polos. Bercak
PEYERI (Peyer’s path).

Submukosa pada bagian permulaan duodenum terdapat kelenjar-kelenjar tubulosa bercabang, bergelung yang bernuara ke dalam kelenjar intestinal yang disebut kelenjar duodenum (Brunner), yang berfungsi menghasilkan glikoprotein netral untuk menetralkan HCl lambung, melindungi mukosa duodenum terhadap pengaruh asam getah lambung, dan mengubah isi usus halus ke pH optimal untuk kerja enzim-enzim penkreas. Sel-sel kelenjar Brunner mengandung uragastron yaitu suatu hormon yang menghambat sekresi asam klorida lambung. Disamping kelenjar duodenum, submukosa usus halus sering mengandung nodulus limfatikus. Pengelompokkan nodulus ini membentuk struktur yang dinamakan bercak Peyer.

Pembuluh dan saraf usus halus

Pembuluh darah yang memberi makan usus halus dan berperananmenyingkirkan hasil-hasil pencernaan yang diabsorpsi menembus lapisan otot dan membentuk pleksus yang luas dalam submukosa. Dalam submukosa, cabang-cabangnya meluas ke lapisan otot, lamina propia dan vili. Tiap-tiap vilus menerima, menurut ukurannya, satu cabang atau lebih yang membentuk jala-jala kapiler tepat di bawah epitel. Pada ujung vili, terbentuk satu venula atau lebih dari kapiler-kapiler tersebut dan berjalan dengan arah yang berlawanan mencapai vena pleksus submukosa. Pembuluh-pembuluh ini berjalan ke daerah lamina propria di atas muskularis mukosae, di mana mereka membentuk pleksus. Dari sisni mereka menuju ke submukosa, dimana mereka mengelilingi nodulus limfe.




Usus besar terdiri atas membran mukosa tanpa lipatan kecuali pada bagian  distalnya (rektum) dan tidak terdapat vili usus. Epitel yang membatasi adalah  toraks dan mempunyai daerah kutikula tipis. 

Fungsi utama usus besar adalah:
1. untuk absorpsi air dan
2. pembentukan massa feses,
3. pemberian mukus dan pelumasan permukaan mukosa, dengan demikian banyak sel goblet.

Lamina propria kaya akan sel-sel limfoid dan nodulus limfatikus. Nodulus  sering menyebar ke dalam dan menginvasi submukosa. Pada bagian bebas kolon,  lapisan serosa ditandai oleh suatu tonjolan pedunkulosa yang terdiri atas jaringan  adiposa – appendices epiploidices (usus buntu).

Pada daerah anus, membran mukosa mempunyai sekelompok lipatan longitudinal, collum rectails Morgagni. Sekitar 2 cm di atas lubang anus mukosa usus diganti oleh epitel berlapis gepeng. Pada daerah ini, lamina propria mengandung pleksus vena-vena besar yang bila melebar berlebihan dan mengalami varikosa mengakibtakan hemoroid.

Sel-sel endokrin saluran pencernaan
Saluran pencernaan mengandung sel-sel pembentuk polipeptida endokrin (hormon) berikut: sekretin, glukagon, somatostatin, dan peptida menghambat lambung. Kolesistokinin – hormon yang dihasilkan oleh mukosa usus halus dan secara fisiologis penting untuk merangsang kontraksi kandung empedu dan sekresi pankreas. Aktivitas sistem pencernaan diawasi oleh sistem saraf dan diatur oleh sistem hormon-hormon.

Anus/Lubang Pelepasan


Merupakan lubang pada ujung saluran pencernaan yang menghubungkan rektum dengan dunia luar (udara luar). Terletak di dasar pelvis. Di anus, terjadi proses perjalanan terakhir dari feces yang telah dibentuk di colon. Proses pengeluaran feces melalui anus disebut defekasi. Dinding anus diperkuat oleh 3 spinter. Ada yang bekerja berdasarkan kehendak dan ada yang tidak.





Di samping kelenjar-kelenjar kecil yang tersebar di seluruh rongga mulut, terdapat 3 pasang kelenjar saliva yang besar; kelenjar parotis, submandibularis (submaxilaris), dan sublingualis. Kelenjar saliva tersusun atas unit-unit morfologik dan fungsional yang dinamakan adenomer. Suatu adenomer memiliki bagian sekretoris yang terdiri atas sel-sel glandularis. Dekat basis sel sekretoris dan duktus interkalaris terdapat sel-sel otot polos yang disebut mioepitel. Kelenjar saliva yang besar tidak semata-mata kelompokan adenomer tetapi mengandung unsur-unsur lain seperti jaringan penyambung, pembuluh darah dan limfe, dan saraf-saraf. Saluran yang terdapat dalam lobulus dinamakan duktus intralobularis-bergabung menjadi duktus ekstralobularis.

Fungsi kelejar saliva adalah membasahi dan melumasi rongga mulut dan isinya, memulai pencernaan makanan, menyelenggarakan eksresi zat-zat tertentu seperti urea dan tiosianat, dan mereabsorpsi natrium dan mengeksresi kalium.

Kelenjar Parotis
Kelenjar parotis merupakan kelenjar asinosa bercabang, bagian sekretorisnya terdiri atas sel-sel seromukosa. Granula-granula sekresinya kaya akan protein dan memiliki akitivitas amylase.

Kelenjar Submandibularis (Submaxilaris)
Kelenjar submandibularis merupakan kelenjar tubuloasiner bercabang. Bagian sekretorisnya tersusun atas sel-sel mukosa dan seromukosa. Sel-sel seromukosa mengandung granula-granula sekresi protein dengan aktivitas amilotik lemah. Sel-sel pada kelenjar submandibularis dan sublingualis mengandung dan mengsekresi enzim lisosim, yang aktivitas utamanya adalah menghancurkan dinding bakteri.

Kelenjar Sublingualis
Kelenjar sublingualis merupakan kelenjar tubulo-asiner bercabang.

Histofisiologi kelenjar saliva

Fungsi saliva adalah membasahi dan melumasi makanan dilakukan oleh air dan glikoprotein. Saliva pada manusia terdiri atas sekresi kelenjar parotis (25%), submandibularis (70%), dan sublingualis (5%). Amilase saliva berperan dalam pencernaan amilum(karbohidrat). Pencernaan ini mulai dalam mulut, tetapi juga berlangsung dalam lambung sebelum getah lambung mengasamkan makanan, dengan demikian sangat mengurangi aktivitas amilase. Sekresi saliva diregulasi oleh sistem saraf simpatis dan parasimpatis, keduanya mempunyai ujung-ujung saraf dalam kelenjar-kelenjar tersebut. Simpatis menghambat parasimpatis memacu.




Pankreas tersusun atas bagian eksokrin dan endokrin. Bagian endokrin terdiri atas pulau Langerhans, dan bagian eksokrin terdiri atas kelenjar asiner, maka disebut bagian asini pankreas. Sel asiner pankreas merupakan sel serosa, dan memilki sifat mensintesis protein. Setelah disintesis dalam bagian basal sel, maka proenzim selajutnya meninggalkan retikulum endoplasma kasar dan masuk apparatus golgi. Bagian eksokrin pankreas manusia mensekresikan:
1. air
2. ion-ion: bikarbonat.
3. enzim: karboksipeptidase, ribonuklease, deoksiribonuklease, lipase, dan amilase.
4. proenzim sebagai berikut: tripsinogen, kimotripsinogen.

Regulasi sekresi asini pankreas diatur oleh 2 hormon – sekretin dan kolesistokinin (dahulu dinamakan pankreoenzim) – yang dihasilkan oleh mukosa duodenum. Perangsangan nervus vagus (saraf parasimpatis) juga akan meningkatkan sekresi pankreas.
1. Sekretin bersifat merangsang sekresi cairan, sedikit protein (enzim) dan kaya akan bikarbonat. Fungsinya terutama mempermudah transport air dan ion. Hasil sekresi ini berperanan untuk menetralkan kimus yang asam (makanan yang baru dicernakan sebagian) sehingga enzim-enzim pancreas dapat dapat berfungsi pada batas pH netral optimalnya.
2. Kolesistokinin (CCK) merangsang sekresi cairan (sedikit), banyak protein dan enzim. Hormon ini bekerja terutama dalam proses pengeluaran granula-granula zimogen. Kerja gabungan ke dua enzim tersebut menghasilkan sekresi getah pankreas yang kaya akan enzim



semua zat yang diabsorpsi melalui usus mencapai hati kecuali asam lemak, yang ditranspor melalui
pembuluh limfe.

Lobulus Hati
Hati tersusun atas sel-sel hati yang disebut hepatosit. Sel-sel epitel ini  berkelompok dan saling berhubungan dalam susunan radier (menjari) membentuk suatu bangunan yang disebut lobulus hati. Pada hewan tertentu (misalnya babi), lobulus satu dengan lainnya dipisahkan oleh lapisan jaringan penyambung. Celah portal, terdapat pada sudut-sudut polygon hati (lobulus hati) dan diduduki oleh segitiga portal (trigonum portal). Segitiga porta hati manusia mengandung venula (cabang dari vena portal); dan arteriol (cabang dari arteria hepatica); duktus biliaris(bagian dari sistem saluran empedu) dan pembuuh-pembuluh limfe.Sinusoid kapiler memisahkan sel-sel hati. Sinusoid merupakan pembuluh yang melebar tidak teratur dan hanya terdiri atas satu lapisan sel-sel endotel yang tidak utuh (kontinyu). Sinusoid mempunyai pembatas yang tidak sempurna dan memungkinkan pengaliran makromolekul dengan mudah dari lumen ke sel-sel hati dan sebaliknya. Sinusoid berasal dari pinggir lobulus, diisi oleh venula-venula dalam, cabang-cabang terminal vena porta, dan arteriola hepatica, dan mereka berjalan ke arah pusat, di mana mereka bermuara ke dalam vena centralis. Pada sinusoid juga mengandung sel-sel fagosit yang dikenal sebagai sel Kupffer.



Sistem Pencernaan pada Hewan- Sistem pencernaan pada vertebrata telah berkembang dan terspesialisasi sesuai dengan makanan yang akan dicernanya. Pada sistem pencernaan manusia, makanan yang kaya serat tidak dapat dicerna. Bagaimana sistem pencernaan sapi dan kerbau yang makanan utamanya adalah rumput? Rumput sangat kaya selulosa (serat), bagaimana hewan-hewan tersebut mencernanya? Sekarang, kita akan mempelajari bagaimana sistem pencernaan makanan pada hewan-hewan pemamah biak (ruminansia).

Gigi hewan pemamah biak (ruminansia) memiliki bentuk khusus. Gigi seri (den sinsisivus) dan gigi taringnya (dens caninus) memiliki bentuk spesifik yang digunakan untuk merenggut rumput. Gigi premolar (geraham depan) dan molar (geraham belakang) yang berfungsi menghancurkan makanan pada hewan pemamah biak memiliki lapisan email yang melintang dan tajam.

Hewan pemamah biak (ruminansia) memiliki struktur esofagus terspesialisasi menjadi tiga ruangan berbeda, yaitu rumen, retikulum, dan omasum. Setelah omasum terdapat ruangabomasum yang merupakan lambung sesungguhnya. Rumput atau dedaunan yang dimakan dicampur air liur, dikunyah sebentar kemudian ditelan. Setelah melalui esofagus, makanan akan tiba ke bagian lambung yang pertama, yaitu rumen. Rumen adalah tempat simbiosis antara hewan pemamah biak dan jenis-jenis Flagellata (dari jenis Copromonas subtitis) dan bakteri (dari genus Cytophaga dan Bacterium) penghasil enzim selulase yang dapat mengurai selulosa. Pernahkah kalian memperhatikan seekor sapi atau kerbau yang sedang berbaring di bawah pohon sambil mengunyah sesuatu, padahal ia sudah makan sebelumnya? Pada saat itu, makanan yang telah diproses di rumen dikembalikan ke rongga mulut untuk dikunyah kembali. Selanjutnya, ditelan kembali melewati rumen dan retikulum memasuki omasum.

Sapi mengunyah makanan yang telah dikembalikan dari rumen untuk dikunyah kembali.Di dalam omasum, air diserap. Makanan yang mengandung banyak bakteri simbiosis ini akhirnya melewati omasum menuju abomasum untuk dicerna oleh enzim pencernaan. Karena aktivitas bakteri, nutrien yang diserap oleh hewan pemamah biak lebih kaya dibandingkan rumput yang awalnya mereka makan. Setelah melewati abomasum, dengan gerak peristaltik, makanan menuju usus halus untuk diserap. Sisa makanan yang tidak terpakai akan dikeluarkan menuju anus.



Saluran pencernaan umumnya mempunyai sifat struktural tertentu yang terdiri atas 4 lapisan utama yaitu: lapisan mukosa, submukosa, lapisan otot, danlapisan serosa. Organ yang termasuk saluran pencernaan yaitu: 1.Rongga mulut, dibatasi oleh epitel gepeng berlapis tanpa tanduk, didalamnya terdapat lidah. Lidah merupakan suatu massa otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa. 2. Pharynx merupakan peralihan ruang antara rongga mulut dan sistem pernapasan dan pencernaan. 3.esofagus, bagian saluran pencernaan ini merupakan tabung otot yang berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. 4. Lambung, merupakan segmen saluran pencernaan yang melebar, yang fungsi utamanya adalah menampung makanan yang telah dimakan, mengubahnya menjadi bubur yang liat yang dinamakan kimus (chyme). 5.usus halus 6.usus besar 7.anus, merupakan lubang pada ujung saluran pencernaan yang menghubungkan rektum dengan dunia luar (udara luar).

Kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar saliva, kelenjar pankreas dan hati.