WHAT'S NEW?
Loading...

Tingkatan Organisasi Kehidupan



Sumber gambar : perpusku.com

Hal yang krusial untuk dipelajari dalam Biologi adalah tingkatan organisasi kehidupan. Tujuannya untuk memudahkan kita memahami pembelajaran Biologi dengan lebih mendalam. Langsung saja, apa sih penyusun organisasi kehidupan mulai yang terkecil hingga yang terbesar?

1. Sel

Layaknya sebuah bangunan yang memiliki penyusun terkecil, mahkuk hidup juga memiliki unit penyusun kehidupan yang terkecil. Jika pada sebuah bangunan kita bisa mengisyaratkan batu bata sebagai penyusun terkecil, pada mahluk hidup terdapat sel sebagai unit penyusun terkecilnya. Mengapa sel? Mengapa bukan molekul atau atom yang menjadi unit penyusun terkecil mahluk hidup? Jawabannya karena hanya sel yang mampu melakukan fungsi hidup seperti melakukan metabolisme (katabolisme dan anabolisme) yang mendukung terlaksananya fungsi kehidupan. Hal tersebut menyebabkan sel disebut sebagai unit struktural dan fungsional mahluk hidup. Uraian lebih rinci mengenai sel dapat dikihat pada postingan penulis sebelumnya pada "sel  si unit kecil kehidupan"

Tubuh hewan, tumbuhan, maupun tubuh manusia tersusun atas sel. Mata kita tidak dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang besarnya kurang dari 100 mikron (1 mikron = 0,001 milimeter), sedangkan ukuran sel berkisar 5 – 15 mikron. Akan tetapi, ada sel yang berukuran cukup besar, misalnya sel telur unggas dan sel telur reptil. Sel telur unggas dan reptil berukuran besar karena mengandung cadangan makanan yakni kuning telur.

Setelah ditemukan mikroskop elektron, bagian-bagian sel yang sebelumnya tidak dapat diamati dengan mikroskop biasa dapat terlihat dengan jelas. Sel-sel sebagai tingkat organisasi kehidupan pertama membentuk tubuh makhluk hidup bermacam-macam bentuk dan ukurannya. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan-perbedaan dan persamaan. Pada dasanya, baik pada sel hewan  maupun sel tumbuhan memiliki tiga bagian utama, yaitu membran sel, sitoplasma, dan inti sel. Perbedaan sel tumbuhan dan hewan dapat dilihat lebih rinci pada 'perbedaan sel tumbuhan dan hewan'

2. Jaringan

Jaringan adalah tingkatan organisasi kehidupan yang tersusun atas sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama membentuk jaringan yang menjalankan fungsi tertentu. Jaringan ada beragam jenis bergantung dari sel-sel penyusunnya. Pada hewan dan tumbuhan terdapat beberapa jenis jaringan yang berbeda. Berikut ini merupakan jaringan pada hewan dan tumbuhan.

a. Jaringan pada hewan, antara lain:

1) Jaringan Epitel
Jaringan epitel terdiri atas sel-sel yang saling berhubungan, namun di antara sel tersebut tidak ada bahan seratnya. Jaringan epitel melapisi berbagai rongga dan membentuk kulit pembungkus tubuh.

2) Jaringan otot
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang berupa serabut-serabut otot. Fungsi jaringan otot adalah untuk membentuk otot sebagai alat gerak aktif melalui mekanisme kontraksi dan relaksasi sel-sel otot.

3) Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf (neuron). Jaringan saraf bertugas menerima rangsang baik dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh. Selanjutnya, mengolah informasi atau rangsangan itu agar dapat memberi tanggapan yang tepat.

4) Jaringan Penyokong atau Penguat
Jaringan penyokong disebut juga jaringan penunjang atau jaringan penguat. Termasuk dalam jaringan ini adalah jaringan tulang rawan, jaringan tulang keras, dan jaringan ikat serta jaringan darah
Jaringan tulang rawan (kartilago) berbentuk bundar, terdapat pada rangka awal perkembangan makhluk hidup. Dengan bertambahnya umur , tulang rawan berubah menjadi tulang keras. Pada beberapa bagian tubuh kita ada tulang yang tetap berupa tulang rawan, misalnya tulang telinga, tulang cuping hidung, dan ujung-ujung tulang pada persendian. Tulang keras fungsinya memberi bentuk tubuh, tempat melekatnya otot, dan melindungi bagian tubuh yang lunak. - tingkat organisasi kehidupan.

Jaringan ikat berfungsi mengikat bagian-bagian tubuh. Sebagai contoh, jaringan ikat menghubungkan otot dengan tulang, dan menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain. Jaringan darah berfungsi mengangkut oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh, menjaga suhu tubuh, dan mengangkut sisa pembakaran dari sel-sel tubuh. Jaringan darah terdiri atas plasma darah dan sel-sel darah. Sel darah dapat dibedakan menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah. Sedangkan plasma darah tersusun atas air dan protein-protein darah serta nutrisi yang akan disebarkan ke seluruh tubuh.

b. Jaringan pada Tumbuhan

Seperti halnya pada hewan, tumbuhan juga memiliki jaringan-jaringan yang menjalankan fungsi tertentu. Macam-macam jaringan yang terdapat pada tumbuhan, antara lain:

1) Jaringan Meristem
Jaringan meristem tersusun atas sel-sel yang kecil dan berdinding tipis tanpa rongga sel. Jaringan meristem merupakan jaringan pada tumbuhan yang aktif membelah membentuk sel-sel baru yang berfungsi untuk peremajaan sel-sel tumbuhan. Jaringan meristem terletak pada bagian-bagian tertentu pada tumbuhan sehingga ada yang disebut maristem apikal yang terletak pada ujung-ujung tubuh tumbuhan seperti pada ujung akar dan ujung batang. Terdapat pula maristem lateral yang berfungsi untuk memperbesar tubuh tumbuhan contohnya kambium yang berfungsi memperbesar batang tumbuhan dikotil.

2). Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis adalah jaringan yang menutupi organ-organ pada tumbuhan, misalnya akar, batang, dan daun. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel yang berbentuk pipih dan tidak beraturan. Fungsi jaringan epidermis melindungi sel-sel yang ada di bawahnya, karena itu disebut juga jaringan pelindung (protektif).

3). Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dan mineral (unsur hara) dari akar ke daun. Sel-sel yang menyusun jaringan ini terdiri atas beberapa tipe sel, diantaranya berbentuk pembuluh dan trakeid. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

3. Organ
Beberapa macam jaringan bekerja sama membentuk suatu alat tubuh yang melakukan pekerjaan tertentu. Alat tubuh makhluk hidup disebut organ sebagai tingkat organisasi kehidupan setelah jaringan.

Organ pada manusia dan hewan terdapat bermacam-macam jenis. Masing-masing organ tersebut tersusun atas atas macam jaringan dan menjalankan fungsi tertentu. Contoh organ pada tubuh manusia antara lain jantung, paru-paru, mata, telinga, hidung tangan dan ginjal. Masing-masing organ tubuh tersebut tersusun atas 4 jaringan dasar yang telah disebutkan sebelumnya yaitu: jaringan epitel, jaringan otot, jaringan saraf dan jaringan pengikat.

Contohnya jantung tersusun atas jaringan epitel yang disebut endotelium (tidak hanya membungkus jantung tetapi organ-organ dalam tubuh lainnya). Jantung juga atas jaringan saraf yang memberikan impuls agar jantung berdetak. Selain itu, jantung tersusun atas jaringan otot yakni otot jantung yang melakukan kontraksi agar jantung dapat memompa darah. Terakhir, otot jantung memiliki jaringan pengikat atau penyokong yang terdiri atas jaringan ikat longgar dan padat yang menyatukan otot-otot jantung, jaringan  darah yang memasok darah ke dan dari  jantung.

Mata tersusun atas beberapa jaringan, antara lain jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan ikat. Telinga tersusun atas beberapa jaringan, antara lain jaringan tulang rawan, tulang keras, jaringan saraf, dan jaringan epitel.

Seperti halnya pada hewan dan manusia, tumbuhan juga memiliki organ yang tersusun atas jaringan-jaringan. Organ pada tumbuhan dibagi menjadi 4 bagian besar yaitu, akar, batang dan daun. Tumbuhan berbunga memiliki beberapa organ, yaitu akar, daun, batang, dan bunga. Masing-masing organ terdiri atas bermacam-macam jaringan.

Akar berfungsi menyerap air dan mineral dari tanah, menegakkan batang, dan dapat juga sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Jaringan yang menyusun akar, antara lain epidermis, parenkim, dan jaringan pengangkut. Jaringan epidermis pada akar yang masih muda berdinding tipis sehingga mudah dilalui air. Epidermis akar terdapat bulu-bulu akar yang fungsinya memperluas bidang penyerapan akar. Jaringan parenkim pada akar merupakan penghubung antara jaringan epidermis dan jaringan pengangkut. Fungsi jaringan parenkim sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Sementara jaringan pengangkut terdiri atas xilem (pembuluh kayu)  dan floem.

Jaringan-jaringan yang menyusun batang, antara lain jaringan epidermis, jaringan parenkim, pembuluh kayu, dan pembuluh tapis. Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dari tanah ke daun. Pembuluh tapis berfungsi mengangkat zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Daun tersusun atas beberapa jaringan, antara lain jaringan epidermis daun, jaringan tiang (palisade), jaringan bunga karang, dan jaringan pengangkut.

Jaringan epidermis daun terletak pada permukaan bawah dan permukaan atas. Epidermis atas tersusun oleh lapisan lilin (kutikula). Epidermis bawah, ada beberapa sel yang berubah menjadi mulut daun (stomata). Bunga merupakan organ reproduksi, berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara generatif. Berdasarkan kelengkapan bagian-bagiannya, bunga dapat dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. Bunga lengkap terdiri atas tangkai, kelopak, dasar bunga, benangsari, dan putik. Apabila salah satu kelengkapan bagian bunga tidak dimiliki, disebut bunga tidak lengkap.

4. Sistem Organ
Sistem organ adalah tingkat organisasi kehidupan berupa kumpulan dari berbagai organ dan menjalankan tugas tertentu disebut sistem organ. Yang termasuk sistem organ yaitu sistem integumen/kulit, sistem pencernaan, sistem respirasi/pernafasan, sistem kerangka, dan sistem reproduksi. Sistem pencernaan misalnya, tersusun atas organ-organ seperti hidung, faring, laring, tenggorokan, bronkus dan paru-paru.

5. Organisme
Dalam biologi dan ekologi, organisme (dalam bahasa Yunani organon yang berarti alat) adalah tingkat organisasi kehidupan yang berupa kumpulan sistem organ yang saling mempengaruhi sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup. Istilah organisme kompleks mengacu pada organisme yang memiliki lebih dari satu sel.

Semua sistem organ akan bekerja sama untuk melakukan fungsi hidup atau proses kehidupan dan membentuk organisme. Sistem organ saling mempengaruhi antara sistem organ satu dengan sistem  organ yang lainnya. Jika satu sistem organ rusak maka sistem organ yang lain akan terganggu.

Ciri-ciri yang umum didapati pada banyak organisme adalah sebagai berikut:
Memerlukan makanan
Bernafas
Bergerak
Tumbuh
Berkembang biak
Peka terhadap rangsang

6. Populasi
Dalam lingkungan, sering terdapat sekumpulan mahluk hidup yang sejenis dan menempati suatu tempat (relung) yang sama. Kumpulan organisme (individu) yang sejenis pada suatu tempat yang sama tersebut disebut populasi. Misalnya pada suatu padang rumput terdapat beberapa ekor rusa liar yang hidup di tempat tersebut. Kumpulan beberapa ekor rusa tersebut disebut populasi.

7. Komunitas
Komunitas adalah tingkat organisasi kehidupan yang tersusun atas sekumpulan populasi yang berada pada waktu dan tempat yang sama. Contoh komunitas yang dapat kita jumpai sehari-hari misalnya komunitas padang rumput yang terdiri dari populasi alang-alang, populasi rerumputan, populasi belalang, populasi kupu-kupu dan populasi cacing tanah.

8. Ekosistem
Jika pada tingkatan komunitas tersusun atas populasi-populasi mahluk hidup, maka pada tingkatan ekosistem lebih luas lagi. Tidak hanya berkaitan dengan mahluk hidup tetapi juga dengan benda mati (komponen abiotik) di lingkungan dan interaksi antara keduanya. Misalnya pada suatu ekosistem padang rumput, terdiri atas komunitas padang rumput (alang-alang, rerumputan, belalang, cacing tanah dan kupu-kupu), tanah,  udara serta cahaya matahari yang mengenai padang rumput tersebut dan interaksi (hubungan saling mempengaruhi). pada ekosistem yang perlu digaris bawahi adalah terjadinya interaksi antara komponen biotik (komunitas padang rumput) dan komponen abiotik (tanah, udara dan cahaya matahari).

9.Bioma
Bioma adalah sekumpulan ekosistem yang melingkupi suatu wilayah yang luas. Contoh dari beberapa bioma besar yang terdapat di bumi antara lain bioma gurun, bioma padang rumput, bioma hutan gugur, bioma hutan hujan tropis, bioma taiga dan bioma tundra. suatu bioma umumnya memiliki iklim khas sehingga terdapat tipe-tipe organisme yang khas yang dapat beradaptasi di lingkungan tersebut.

Sekian ulasan penulis mengenai tingkatan organisasi kehidupan. Semoga apa yang terdapat dalam postingan ini dapat menambah wawasan dan memudahkan dalam memahami tingkatan organisasi kehidupan.