WHAT'S NEW?
Loading...

Cara Mengembangkan Potensi Diri



Assalamu’alaikum..  

Sobat, tema artikel kali ini adalah seputar motivasi pembangkit semangat. Motivasi, adalah sesuatu yang penting untuk kita, untuk jiwa-jiwa yang mungkin sedang merasa rapuh. Ketika api motivasi menyala di dalam diri seseorang, maka ia bisa menjadi sebuah tenaga, diibaratkan api pada lilin  yang dapat menyalakan ribuan lilin lainnya tanpa memadamkan nyala lilinnya sendiri. Itulah yang memberikan penulis inspirasi untuk berbagi dan terus berbagi. Apalagi saat ini, virus galau adalah ‘virus’ yang kebal menjangkiti jiwa-jiwa kita apabila kita sedang rapuh tanpa motivasi dan dapat merusak aktivitas-aktivitas kita. Banyak orang mengeluh  terjangkit ‘virus’ galau. Hal ini bisa berakibat cukup fatal bagi pembangunan potensi diri jika kita tidak diobati dengan baik. Resep obatnya insyaAllah ada di dalam artikel ini. Jadi, sebaiknya di baca sampai tuntas.

Berpikir Positif
Pikiran kita dipenuhi dengan berbagai informasi yang kita terima baik melalui indera penglihatan maupun pendengaran. Indera penglihatan merupakan salah satu sarana yang baik untuk mengisi pikiran kita dan membaca merupakan kegiatan positif yang bisa dilakukan dengan indera penglihatan kita. Namun, sebaiknya kita memilih bacaan-bacaan yang bermanfaat karena orang-orang yang membaca bacaan ‘sampah’, juga hanya akan memikirkan hal-hal sampah. Waspadai mengisi pikiran Anda dengan terlalu banyak hal yang tidak berguna. Pikiran anda hanya hanya akan menjelma menjadi ‘tong sampah’.
Apa yang memenuhi pikiran kita merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Sebaiknya kita memiliki filter sebelum memasukkan sesuatu ke dalam otak kita. Ingatlah bahwa penyakit apapun bisa kita obati dengan cara mengelola pikiran kita. Maka, jangan biarkan pikiran kita ‘sakit’.
Setiap pikiran adalah sebab dan setiap kondisi adalah akibat. Maka pikirkanlah segala hal yang bisa Anda lakukan dan itu akan menjadi kondisi Anda. Pikiran negatif yang terlanjur memenuhi kepala kita dapat disingkirkan dengan terus mengisinya dengan pikiran-pikiran positif. Bayangkan sebuah gelas yang berisi cairan tinta yang hitam, untuk menghilangkan tinta itu dengan mudah kita cukup dengan menumpahkannya. Tetapi tidak semudah itu untuk menumpahkan pikiran negatif dari kepala kita. Yang harus dilakukan adalah dengan mengisi gelas berisi tinta itu dengan air bersih secara terus menerus hingga perlahan tinta itu menyatu dengan air dan warnanya semakin memudar. Selamat berpikir positif..

Mengembangkan gambar diri yang sehat
Sobat, kebehasilan meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana kita memandang diri sendiri. Karena itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri dalam bertindak. Fakta menunjukan bahwa seseorang tidak akan melesat lebih tinggi dari apa yang dibayangkannya mengenai dirinya sendiri. Kata-kata kita sesungguhnya memiliki kekuatan, maka hendaknyalah kita senantiasa mengucapkan hal-hal yang baik karena kebaikan insyaAllah akan mendatangkan kebaikan. Janganlah mudah mencela keburukan orang lain. Pada akhirnya kita akan meyakini apapun yang sering kita katakan, meskipun itu adalah sesuatu yang tidak benar. Maka, senantiasalah mengatakan sesuatu yang benar agar kebenaran itu menjadi keyakinan di dalam hidup kita.

Membersihkan hati dan jiwa
Hati dan jiwa manusia merupakan pembahasan yang sangat penting mengingat fungsi hati dan jiwa tersebut terhadap segala perbuatan yang mungkin dilakukan seseorang. Apa yang memenuhi hati seseorang seringkali tercermin melalui perbuatan dan tingkahlakunya.
sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika daging itu baik keadaannya, maka baik pula seluruh tubuh manusia. Tapi, jika segumpal daging itu buruk keadaannya, maka buruk pula seluruh tubuh manusia. Segumpal daging tersebut adalah qalbu (hati)” (HR. Bukhari Muslim)
Hati sejatinya harus senantiasa dipenuhi dengan keyakinan kepada Allah SWT yang Maha memiliki atas semua jiwa. Hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa beradu. Seorang pribadi yang memiliki pemikiran dan hati yang matang, mengajar tanpa menggurui. Memberi nasehat tanpa merasa lebih mulia. Meraih kemenangannya tanpa merasa mengalahkan. Sudahkah kita memiliki hati yang seperti itu ?

Menghargai waktu
Setiap hari kita menerima hadiah 84.000 detik dari Allah. Waktu yang kita miliki adalah anugerah yang sangat berharga. Namun seringkali, banyak di antara kita yang tidak menyadari betapa penting dan berharganya waktu.
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran” (QS. Al-Asr 1-3)


Tiada hari tanpa perbaikan !
Ada sebuah pertanyaan yang terkesan konyol : “mau pilih untung atau rugi ?” tentu sebagian besar orang akan memilih untung. Namun anehnya, meskipun secara gamblang setiap orang mengatakan tidak ingin rugi, namun perilaku sehari-hari kebanyakan orang menunjukan bahwa ia sedang menuju kerugian. Cara mengetahui apakah seseorang untung atau rugi bukan dengan melihat dari segi harta, uang atau kesuksesan. Namun di sini kita menggunakan konsep ‘pertumbuhan’ kualitas diri seiring dengan waktu yang terus bergerak meninggalkan bayangan tak berjejak.
 “today is better than yesterday. Tomorrow have to be better from today!”
“ Hari ini lebih baik daripada yang kemarin. Esok harus lebih baik dari hari ini!”

Dalam hal cara mengembangkan diri perlu ditekankan beberapa langkah penting. Di antaranya yaitu
·         Harus diawali dengan niat
·         Harus berpikir positif dalam setiap hal
·         Memiliki komitmen yang kuat
·         Jangan menganggap remeh oranglain
·         Menerima saran, kritik dan masukan yang bersifat membangun dari oranglain
·         Konsisten terhadap apa yang kita lakukan
·         Yakinlah bahwa kita pasti bisa

Dari beberapa point mengembangkan diri di atas, yang paling utama untuk dilakukan adalah mengawali pengembangan potensi diri tersebut dengan niat yang tulus, sehingga akan tercipta pikiran positif yang membuat anda memiliki komitmen kuat untuk mencapai tujuan dari potensi sobat sekalian.
Sesuatu hal yang dilakukan tentu tidak akan berbuah manis jika dilakukan tanpa konsistensi.
Fastabiqul Khaerat !!!

Mengembangkan potensi diri dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti :
*    Berpikir positif
*    Mengembangkan gambar diri yang sehat
*    Membersihkan hati dan jiwa
*    Menghargai waktu
“Jadilah engkau di dunia ini bagaikan orang asing atau orang dalam perjalanan” Ibnu Umar berkata, “Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah mengharapkan hidup sampai pagi. Dan jika kamu pada waktu pagi, janganlah menantikan sore. Pergunakan masa sehat itu untuk bekal masa sakit, dan masa hidup untuk bekal kematian”
(HR. Bukhari)


Renungkanlah :
ketika kita berdiri di tepian sebuah sungai dan melihat sungai itu sesungguhnya ia bukan lagi sungai yang kita lihat satu menit yang lalu. Ketika kita berdiri menatapnya selama sepuluh menit, sesungguhnya yang kita lihat tidak akan pernah sama karena air sungai itu terus mengalir. Setiap udara yang kita hirup tidaklah pernah sama karena udara itu terus bergerak sesuai dengan iramanya. Begitu pula dengan hidup kita. Sejatinya kita memaksimalkan setiap detik waktu yang kita miliki.


Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Pernahkah sobat memikirkan penyebab adanya perbedaan antara tumbuhan dan hewan secara umum? Jika sobat mencermati secara sepintas, tumbuhan dan hewan memiliki banyak perbedaan yang membuat mereka mampu dikategorikan ke dalam tumbuhan dan hewan dengan mudah.

Faktor yang paling mudah membedakan antara hewan dan tumbuhan adalah dari segi pergerakannya. Hewan mampu bergerak secara aktif karena memiliki tubuh yang fleksibel, sementara tumbuhan tidak melakukan pergerakan aktif karena memiliki tubuh yang tidak fleksibel. Keseluruhan keteraturan antara struktur tubuh tumbuhan dan hewan,salah satunya dipengaruhi oleh perbedaan sel antara tumbuhan dan hewan. Tidak hanya dari segi bentuk, sel tumbuhan dan hewan juga memiliki perbedaan fungsi organel-organelnya.

Silahkan sobat simak gambar sel tumbuhan dan hewan berikut ini.



Gambar sel tumbuhan dan hewan

Berdasarkan gambar di atas, terdapat beberapa organel sel yang hanya dimiliki oleh tumbuhan, tetapi tidak pada sel hewan, dan sebaliknya. Berikut ini organel-organel yang dimiliki sel tumbuhan dan sel hewan.

Organel-organel pada sel tumbuhan dan sel hewan beserta fungsinya dapat dilihat pada tabel berikut:

ORGANEL
STRUKTUR
FUNGSI
Ribosom
Tersusun dari protein dan RNA ribosomal, berada bebas dalam sitoplasma atau melekat pada RE kasar
Tempat sintesis protein
Retikulum Endoplasma (RE)
Tersusun dari kantong pipih dan tabung yang berhubungan dengan membrane inti, terdiri dari RE kasar (terdapat ribosom di permukaannya) dan RE halus.
RE kasar berfungsi sebagai tempat sintesis protein dan RE halus berfungsi sebagai tempat sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, dan detoksifikasi obat-obatan.
Badan Golgi
Kantung pipih bertumpuk
Memproses protein dan molekul lainyang akan dibawa keluar sel atau membrane sel.
Lisosom
Vesikel yang terbentuk dari badan Golgi, mengandung enzim-enzim hidrolistik
Mencerna makromolekul secara intraseluler dan merusak sel-sel asing
Peroksisom
Vesikel yang mengandung enzim
Merombak H2O2 yang bersifat racun
Mitokondria
Tersusun atas membran dalam, mebran krista dan matriks.
Tempat terjadinya respirasi seluler yang menghasilkan ATP

Sel yang menyusun suatu organisme memiliki bentuk dan ukuran yang beraneka ragam, bergantung pada fungsinya. Sel tumbuhan memiliki perbedaan baik bentuk, ukuran, maupun organel yang menyusunnya.

Perbedaan Bentuk Sel Hewan dan Tumbuhan

Sel hewan dan sel tumbuhan berbeda secara fisik. Sel tumbuhan cenderung lebih besar daripada sel hewan. Sel hewan kaku karena memiliki dinding sel dan jarang berubah bentuk kecuali sebagai derivat sel. Sel hewan tidak memiliki bentuk tetap karena tidak memiliki dinding sel serta bentuknya dapat berubah-ubah dan lebih fleksibel.

Perbedaan Organel  Sel Hewan dan Tumbuhan

Dalam sel hewan dan sel tumbuhan terdapat beberapa jenis organel yang berbeda. Tidak seluruhnya berbeda, tetapi ada organel-organel yang memiliki fungsi penunjang pada sel masing-masing.

Sobat pasti tahu jika tumbuhan adalah produsen bagi hewan. Peran ekologis tumbuhan adalah memproduksi makanan, sedangkan hewan sebagai konsumen. Oleh karena itu, sel tumbuhan berbeda dengan sel hewan.

Berdasarkan gambar di atas, apakah sobat dapat menemukan perbedaan antara organel yang terdapat pada sel hewan dan sel tumbuhan? Pada sel hewan ditemukan sentriol dan lisosom, sedangkan pada sel tumbuhan ditemukan vakuola, plastida, dan dinding sel. Vakuola kadang-kadang juga ditemukan pada sel hewan, tetapi ukurannya kecil.

Sel Tumbuhan


Gambar sel tumbuhan

Tumbuhan memiliki bagian-bagian sel yang membedakannya dengan sel hewan. Bagian-bagian sel tersebut diuraikan sebagai berikut:

Dinding Sel

Batang tumbuhan umunya lebih keras dibandingkan tubuh hewan dan manusia. Sobat dapat mencubit kulit sobat, tetapi tidak bisa mencubit batang pohon berkayu karena disebabkan sifatnya yang kaku. Hal ini disebabkan karena bagian luar sel tumbuhan tersusun dari dinding sel yang amat keras. Bahan utama penyusun dinding sel tersusun atas zat kayu yaitu selulosa yang tersusun atas glukosa. Berikut uraian lebih jelasnya. 

Dinding sel yg tersusun atas polisakarida (terdiri atas hemiselulosa & pektin). Dinding sel dibentuk oleh diktiosom. Peran dinding sel sebagai turginitas sel/kekakuan sel yang menjaga bentuk sel tumbuhan. Dinding sel membuat bentuk sel tetap. Sel-sel yang bertetangga dihubungkan melalui pori yakni bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan. Sel-sel yg bertetangga, di antara dinding selnya terdapat lamella tengah yg banyak menyandung kalsium & magnesium. 


Gambar Dinding Sel

Plasmodesmata : sitoplasma yg masuk ke sel lain membentuk seperti jaluran. Dinding sel terdiri atas: Dinding sel Primer, tersusun atas selulosa, hemiselulosa, pektin. Selulosa terdiri dari mikrofibril/ serat-serat panjang yg berdaya renggang kuat. Sel yg hanya mempunyai dinding sel primer: sel-sel muda yg sedang tumbuh, sel parenkima, sel kolenkima Dinding sel Sekunder tersusun atas selulosa yg lebih banyak daripada primer, Juga hemiselulosa, lignin. Biasanya dinding sel yg tersusun selulosa mengalami penambahan lignin yg keras & kaku. Contoh: Kumpulan yang mati menjadi sel kayu Misalnya: sel xylem yg ada pada batang : pengerasan pada sel sklerenkim yg membuat sel menjadi batu/ sklereid Misalnya: batok kelapa.

Vakuola

Vakuola merupakan organel bermembran yang berisi cairan vakuola. Vakuola terdapat pada sel tumbuhan dan sel hewan. Namun vakuola pada sel tumbuhan memiliki bentuk dan fungsi yang lebih nyata dibandingkan dengan vakuola pada sel hewan. Tumbuhan yang masih muda memiliki vakuola yang berukuran kecil tetapi pada tumbuhan yang bertambah besar dan dewasa, vakuola tampak membesar dan mendominasi sitoplasma dan mendesak sitoplasma ke dinding sel.


Gambar Vakuola pada Sel Tumbuhan

Pada dasarnya cairan sitoplasma bersifat hipertonik terhadap lingkungannya sehingga terjadi peristiwa osmosis, yaitu vakuola menyerap air. Akibatnya vakuola membesar dan meningkatkan tekanan air di dalamnya yang biasa disebut tekanan turgor. Serta mendesak membran vakuola (tonoplas) ke arah sitoplasma. Sitoplasma meneruskan tekanannya ke arah dinding sel. Tekanan turgor berguna untuk mengatur gerakan osmosis cairan dari luar ke dalam sel.  Dinding sel cukup kuat menahan tekanan sitoplasma, membatasi volume sitoplasma dan mencegah sel pecah. Di lain pihak, tekanan dari luar sel kepada tonoplas cukup kuat untuk memelihara turgiditas sel (Latin, turgidus = menggelembung).Vakuola berisi senyawa-senyawa cadangan makanan misalnya asam amino, gula, beberapa asam organik, dan beberapa protein.

Plastida

Plastida merupakan organel yang terdapat dalam sitoplasma sel tumbuhan dan beberapa jenis ganggang mikroskopik. Plastida adalah butir-butir zat warna yang terdapat pada tumbuhan.
Plastida dikelompokkan menjadi plastida berwarna (kromoplas) dan plastida yang tidak berwarna (leukoplas). Plastida yang berwarna meliputi kloroplas, phaeoplas, dan rhodoplas.

Plastida berwarna (kromoplas)
Kloroplas, merupakan plastid yang mengandung DNA dan RNA. Pigmen penyusunnya adalah klorofil (warna hijau). Kloroplas banyak ditemukan pada sel tumbuhan dan ganggang.

Kloroplas memiliki dua unit membran seperti mitokondria.Setiap unit mebran tersusun atas trilaminair (terdiri atas tiga lapisan) yang di antaranya terdapat ruang intermembran. Kroroplas tersusun atas grana dan stroma. Grana adalah sruktur kloroplas yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang pada proses fotosintesis. Dalam setiap grana terdapat tilakoid. Tilakoid mengandung klorofil yang merupakan tempat terjadinya fotosintesis.


Gambar Struktur Kloroplas


Phaeoplas, merupakan plastid yang mengandung pigmen fikosantin (warna cokelat). Plastid ini berfungsi mengabsorbsi (menyerap) cahaya. Phaeoplas terdapat pada ganggang cokelat.

Rhodoplas, merupakan plastid yang mengandung pigmen fikoeritrin (warna merah) yang berfungsi mengabsorbsi cahaya. Rhodoplas dapat ditemukan pada ganggang merah.

Plastida yang tidak berwarna (leukoplas)
Plastida yang tidak berwarna disebut leukoplas. Leukoplas dibagi menjadi amiloplas (leukoplas yang menyintesis makanan cadangan berupa amilum), elaioplas (leukoplas yang berfungsi menyimpan lemak dan minyak, contohnya pada biji tumbuhan monokotil dan dikotil), dan proteinoplas (leukoplas yang menyimpan protein).


Gambar Kromoplas

Sel Hewan

Sel tumbuhan juga memiliki beragam organel sel seperti mitokondria, retikulum endoplasma, ribosom, badan golgi. Sel hewan tidak memiliki dinding sel, plastida dan vakuola yang besar layaknya tumbuhan. Adapula organel yang  dimiliki oleh sel hewan tetapi tidak terdapat padat sel tumbuhan. Organel tersebut antara lain sentriol.

Sel hewan tidak memiliki dinding sel,sehingga bentuk sel hewan tidak tetap seperti sel tumbuhan. Pada sel hewan terdapat dua sentriol di dalam sentrosom. Organel sentriol memiliki bentuk silindris atau bulat panjang. Sentriol memiliki diameter 0,15 mikrometer - 0,7 mikrometer. Sentriol tidak memiliki membran, DNA, dan RNA. Sentriol berfungsi membentuk perlengkapan pembelahan sel.


Gambar Struktur Sentriol

Sentriol merupakan struktur yang hampir serupa dengan tubuh basal. Tubuh basal terdapat di bagian dasar dari setiap silia dan flagella. Tubuh basal membantu pengaturan mikrotubulus yang menyusun silia dan flagella.

Pada sel tumbuhan, sentriol tidak berperan pentingkarena telah diketahui bahwa perlengkapan pembelahan sel terbentuk tanpa adanya sentriol atau struktur lain yang tampak dalam sentrosom.

Rangkuman

Perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan secara sederhana dapat dibedakan menjadi dua yaitu perbedaan bentuk dan ukuran sel serta perbedaan bagian-bagian sel yang terdapat pada keduanya yang mempengaruhi fungsi masing-masing. Sel tumbuhan memiliki bentuk yang cenderung tetap sedangkan sel hewan lebih fleksibel. Sel Tumbuhan memiliki dinding sel, vakuola yang besar, dan plastida. Sedangkan sel hewan tidak memiliki dinding sel dan plastida. Sel hewan ada yang memiliki vakuola tetapi ukurannya lebih kecil dari vakuola sel tumbuhan. Sel hewan memiliki sentriol.

Sel Prokariotik VS Sel Eukariotik




Sel Eukariotik (Kiri) dan sel Prokariotik (Kanan)

Pada postingan sebelumnya, penulis menyajikan ulasan singkat mengenai Sel - Si unit terkecil kehidupan. Pada postingan tersebut, dituliskan bahwa sel memiliki dua kategori yaitu Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik. Tahukah sobat perbedaan antara keduanya? Yuk kita simak uraian lengkap mengenai perbedaan keduanya.

Perbedaan keduanya terletak pada ada tidaknya membran inti sel. Coba sobat perhatikan gambar di atas. Sel Eukariotik (gambar kiri) memiliki inti sel (yang berwarna ungu pada gambar). Inti sel terbentuk karena adanya membran inti yang memisahkan antara inti sel dengan sitoplasma. Berbeda dengan sel eukariotik, sel prokariotik tidak memiliki membran inti sehingga, materi genetik tersebar pada sitoplasma.

Perbedaan utama antara sel prokariotik dan eukariotik ditandai dengan namanya. Kata prokarita (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani pro, yang artinya ‘sebelum’ dan karyon yang artinya ‘kernel’, dalam hal ini disebut nukleus.  Materi genetiknya terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nucleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah ini dari bagian sel lainnya. Sebaliknya, sel eukariotik (Yunani, eu yang berarti ‘sebenarnya’ dan karyon) memiliki nucleus sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus (Campbell, Reece dan Mitchell 2002: 116)

Selain dari segi strukturnya, perbedaan antara sel prokariot dan sel eukariot terletak pada proses ekspresi gen dan regulasinya. Hal tersebut tidak akan dibahas dalam postingan kali ini, karena membutuhkan pembahasan khusus. Dalam postingan ini kita akan membahas mengenai perbedaan struktur antara sel prokariotik dan sel eukariotik. Silahkan sobat simak uraian rincinya.




Sel Eukariotik

Sel eukariotik jauh lebih kompleks daripada sel prokariotik, karena dibagi-bagi moleh membrane-membran internal menjadi ruangan-ruangan fungsional atau organel-organel yang berbeda-beda. Pada sel eukariotik, DNA tersusun bersama-sama dengan beberapa jenisprotein tertentu menjadi struktur yang disebut sebagai kromosom yang terdapat di dalam sebuah nucleus, organel terbesar pada sebagian besar sel eukariotik. Cairan kental yang mengelilingi nucleus disebut sitoplasma, yempat tersuspensinya berbagai jenis organel yang menjalankan sebagian besar fungsi sel tersebut. Beberapa sel eukariotik, termasuk sel eukariotik tumbuhan, memiliki dinding sel. Sel hewan tidak memiliki dinding sel.

Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki sistem endomembran. Sel tipe ini secara struktural memiliki sejumlah organel pada sitoplasmanya. Organel tersebut memiliki fungsi yang sangat khas yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan berperan penting untuk menyokong fungsi sel. Organisme yang memiliki tipe sel ini antara lain hewan, tumbuhan, dan jamur baik multiseluler maupun yang uniseluler.


Contoh sel eukariotik adalah pada sel hewan dan sel tumbuhan

Sobat, sel hewan dan tumbuhan merupakan contoh sel eukariotik. Tampak dalam gambar di bawah, struktur sel hewan memiliki sistem endomembran sehingga pada sel tipe ini ditemukan berbagai organel pada sitoplasmanya. Pada gambar sel hewan tampak organel badan Golgi (apparatus Golgi), RE (kasar dan halus), mitokondria, dan peroksisom (bagian dari badan mikro), selain itu tampak adanya ribosom, sentriol, dan sitoskeleton yang memiliki peran penting di dalam sel.



Sel hewan sebagai contoh sel eukariotik


Sel Prokariotik

Pada sel prokariotik yang jauh lebih sederhana daripada sel eukariotik, DNA tidak terpisah dari bagian-bagian lain sel tersbeut yang ada di dalam nukleus. Sel prokariotik juga tidak memiliki organel sitoplasmik seperti yang dimiliki oleh sel eukariotik. Hampir semua sel prokariotik (bakteri) memiliki dinding sel eksternal yang kuat. 

Sel prokariotik adalah sel tanpa membran inti. Sel prokariotik berukuran 1-10 µm. sel ini memiliki materi genetik berupa DNA yang tidak dibungkus membran inti. DNA pada sel prokariotik berbentuk sirkuler atau disebut nucleoid. Di luar nucleoid terdapat juga DNA sirkuler lain dengan ukuran yang lebih kecil yang disebut plasmid. Sebagian besar sel prokariotik memiliki dinding sel. Aktivitas sel terjadi pada membran plasma dan di dalam sitoplasma. Contoh sel prokariotik adalah Cyanobacteria dan sel bakteri.


Semua sel prokariotik mempunyai membran plasma, nukleoid (berupa DNA dan RNA) dan sitoplasma yang mengandung ribosom. Sebagaimana kita bahas sebelumnya, faktor mendasar yang membedakan sel prokariotik dan sel eukariotik adalah ada tidaknya membran inti. Sel prokariotik tidak memiliki membran inti sehingga materi genetik mengadakan kontak langsung dengan sito[lasma. Ciri lainnya, sel prokariotik tidak memiliki sistem endomembran (membran dalam sel) seperti organel retikulum endoplasma dan kompleks Golgi, serta mitokondria dan kloroplas. Namun memiliki struktur yang berfungsi sama seperti mitokondria dan kloroplas yakni mesosom dan kromofor. Pada beberapa bakteri di dalam sitoplasmanya ada yang mengandung kromofor yaitu bakteri yang mengandung krlorofil



Gambar materi genetik pada sel prokariotik yang
tidak dibungkus membran inti

Bakteri merupakan salah satu contoh organisme yang memiliki sel tipe prokariotik. Untuk itu mempelajari struktur dan fungsi pada sel prokariotik, sel bakteri merupakan contoh yang cukup mewakili dari berbagai tipe sel prokariotik. Bakteri memiliki ukuran (panjang) berkisar antara 0,15 – 15μ. Struktur sel bakteri terdiri dari bagian luar sebagai penutup sel dan sitoplasma.

Struktur Sel Prokariotik


E.Coli sebagai contoh sel prokariotik


Bagian luar sel bakteri terdiri dari: kapsula, dinding sel, dan membran plasma. Kapsula yaitu bagian yang paling luar berupa lendir yang berfungsi untuk melindungi sel. Bahan kimia pembangun kapsula adalah polisakarida. Dinding sel terdiri dari berbagai bahan seperti karbohidrat, protein, dan beberapa garam anorganik serta berbagai asam amino. Berdasarkan struktur dinding selnya bakteri dikelompokkan menjadi bakteri Gram negatif dan Gram positif. Fungsi dinding sel yaitu sebagai pelindung, mengatur pertukaran zat dan reproduksi. Membran plasma bakteri mengadung enzim oksida dan respirasi. Fungsinya serupa dengan fungsi mitokondria pada sel eukariotik. Membran plasma pada bakteri membentuk lipatan-lipatan yang berlapis-lapis. Lipatan ini disebut desmosom. Pada beberapa daerah membran plasma membentuk lipatan ke arah dalam disebut mesosom. Fungsi mesosom yaitu untuk respirasi dan sekresi dan menerima DNA pada saat konjugasi. Beberapa bakteri memiliki alat gerak berupa flagel. Beberapa bakteri lainnya mengandung villi yang berfungsi untuk melekatkan diri.


Kesimpulan

Sobat, walaupun sel eukariotik dan sel prokariotik memiliki kompleksitas yang jauh berbeda, keduanya memiliki kesamaan yang penting. Sobat tentu tahu, sel memiliki ukuran, bentuk dan ciri-ciri struktural khusus yang sangat teratur yang bertugas menjalankan proses-proses rumit yang harus berlangsung. Hal tersebut tentunya mendukung kelangsungan hidup sel tersebut. Semua peralatan tersebut tentunya sesuai dengan fungsi sel untuk mendukung berlangsungnya kehidupan sel tersebut.

Apabila diberikan peralatan, tentunya sobat tidak akan mengendurkan paku menggunakan pisau atau menancapkan paku menggunakan obeng. Suatu alat akan berfungsi berkaitan dengan stukturnya. Bentuk sesuai dengan fungsi. Demikian pula pada sel prokariotik dan sel eukariotik. Mengetahui fungsi dari suatu struktur memberikan pengertian tentang konstruksi struktur tersebut berkaitan dengan fungsinya. Dalam hal ini,  struktur sel eukariotik dan prokariotik berdasarkan fungsinya untuk mendukung berlangsungnya kehidupan sel tersebut.


Sumber:

Campbell, Reece dan Mitchell. 2002. Biologi Edisi kelima Jilid I. Jakarta: Erlangga.

Saefuddin. Struktur dan Fungsi Sel.
(file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/.../Biologi_sel_PLPG.pdf)