Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Cara Bersyukur: menjadi akuntan yang handal dalam menghitung nikmat

Gambar
Akuntan yang paling handal – mentari mendekap bumi dengan cahayanya yang masih hangat saat banyak orang berpakaian muslim memasuki halaman masjid. Dari luar masjid, tampak sederhana saja, hanya ada jalan raya yang ramai dengan ingar bingarnya. Setelah memasuki halaman masjid dan memarkir kendaraan, terasa jelas perbedaannya dengan suasana luar. Yah, di halaman masjid, ada banyak orang, sebut saja penuntut ilmu yang hilir mudik. Ada kesesejukan tersendiri saat melihat suasana seperti itu. Banyak wanita dengan jilbab panjang berjalan bergerombol menuju lantai dasar masjid. Aku mafhum, sebagian besar dari mereka pastilah orang-orang sholih yang rela menghabiskan waktu berliburnya dengan menghadiri taman-taman syurga, yaph.. sebut saja demikian, nama yang sering kudengar dari mutarobbi semasa SMA dulu. Taman-taman syurga beliau sematkan untuk menyebut sebuah majelis ilmu agama karena malaikat sedang berkumpul dan mendo’akan orang-orang yang menuntut ilmu serta menjadikannya sebuah m...

Hakikat Kehidupan

“Hidup itu seperti UAP yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap!” Kalimat tersebut saya kutip dari puisi terakhir WS Rendra. Yah, memang benar, hidup ini bisa diumpamakan seperti uap, dianugrahkan kepada setiap kita lalu lenyap layaknya sebuah titipan yang bisa diambil kapan saja oleh pemiliknya. Tapi, bukankah kita layak bertanya mengapa hidup itu ditipkan kepada kita? Resiko memiliki adalah tidak memiliki. Resiko hidup adalah mati. Resiko berharap adalah kecewa. Setiap bagian yang menyenangkan dari hidup ini memiliki resiko. Ketika kita hidup maka resikonya adalah mati. Satu contoh yang dapat memberikan gambaran penuh tentang kehidupan itu adalah kematian. Tak ada yang tahu kapan kematian merenggut kehidupan yang dimiliki dan ketika kematian itu tiba, maka tak ada yang dapat menghalaunya, tanpa pandang bulu menyapu bersih semua hak kita dalam kehidupan itu sendiri. Tak ada lagi desah nafas, tak ada lagi senyut jantung, mata tak dapat melihat, telinga tak dapat mendeng...